TRIBUN-TIMUR.COM - Perubahan zaman bergerak begitu cepat.
Teknologi digital berkembang pesat.
Kecerdasan artifisial Artificial Intelligence atau AI mulai mengambil peran di berbagai sektor.
Kebutuhan dunia usaha dan industri pun terus berubah.
Di tengah arus perubahan, perguruan tinggi dituntut tidak lagi sekadar mencetak lulusan bergelar sarjana.
Kampus kini harus bisa melahirkan sumber daya manusia adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global.
Semangat itu kemudian diusung Universitas Puangrimaggalatung (Uniprima) Sengkang, Kabupaten Wajo.
Kampus ini berlokasi di Jl Sultan Hasanuddin.
Universitas ini dikenal sebagai Kampus Merah Hati.
Dan tengah melakukan transformasi besar di bidang akademik.
Transformasi tersebut disebut menjadi langkah strategis menjawab tantangan dunia kerja masa depan.
Ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing nasional hingga internasional.
Langkah awal dimulai dari pembaruan visi dan misi universitas.
Uniprima menegaskan arah pengembangannya sebagai perguruan tinggi unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan berbasis moralitas.
Visi itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan nyata.
Mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, transformasi digital.
Selanjutnya, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), perluasan jejaring internasional, hingga tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu.
Perubahan tersebut juga diwujudkan melalui penyusunan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan.
Rektor Universitas Puangrimaggalatung, Darmawan Sanusi, mengatakan Uniprima menghadirkan 10 mata kuliah penciri universitas sebagai identitas baru kampus.
Dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan menghadapi era global.
Materinya meliputi kemampuan bahasa Inggris, literasi digital, kecerdasan artifisial, dan kepemimpinan.
Kemudian komunikasi profesional, inovasi, kewirausahaan, pembangunan berkelanjutan, hingga kemampuan presentasi dan negosiasi di tingkat internasional.
"Seluruh program studi juga tengah menerapkan Outcome-Based Education (OBE), yakni sistem pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan," ujar Darmawan, Jumat (3/7/2026).
Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran tidak lagi hanya berpusat di ruang kelas.
Mahasiswa didorong belajar melalui proyek, studi kasus, kolaborasi dengan dunia industri, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penyelesaian berbagai persoalan nyata di lapangan.
Menurutnya, pendekatan itu akan membentuk lulusan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.
"Kami mau mahasiswa tidak sebatas menguasai teori, tetapi memiliki keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, bekerja sama lintas disiplin, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri," tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap program studi tetap mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Namun, seluruhnya diarahkan agar memiliki standar kompetensi global melalui penguatan kualitas akademik.
Uniprima juga memperkuat integrasi teknologi dalam seluruh proses pembelajaran.
Pemanfaatan AI, literasi data, komunikasi digital, kolaborasi internasional, hingga pengembangan kewirausahaan menjadi bagian dari strategi kampus dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
"Lulusan kami tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), inovator, peneliti, maupun pemimpin yang siap menghadapi dinamika global," kata Darmawan.
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang digelar di Hotel Sermani Sengkang pada 1–2 Juli 2026.
Kegiatan itu diikuti pimpinan universitas bersama jajaran fakultas dan program studi sebagai bagian dari percepatan implementasi kurikulum baru di lingkungan Uniprima.
Melalui berbagai langkah transformasi tersebut, Uniprima Sengkang optimistis mampu menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan yang melahirkan generasi profesional, berintegritas, inovatif, sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
"Semangat bertransformasi hari ini, kami mempersiapkan pemimpin masa depan. Dari Sengkang untuk Indonesia, dari Indonesia menuju dunia," ungkap Darmawan.(*)