Tidak banyak pencapaian baru yang tersisa dalam karier Cristiano Ronaldo, namun pekan ini sang megabintang akhirnya menorehkan satu tonggak bersejarah yang telah lama ia kejar di ajang Piala Dunia FIFA.
Portugal berhasil menyingkirkan Kroasia dalam pertandingan babak 32 besar yang berlangsung seru pada hari Jumat, sekaligus memastikan laga menarik melawan Spanyol di babak berikutnya.
Meski mendominasi babak pertama, Seleção das Quinas justru tertinggal di menit ke-53 setelah Ivan Perisic berhasil menaklukkan kiper Diogo Costa dengan sepakan terarah.
Ronaldo sempat mengira dirinya menyamakan kedudukan tak lama kemudian. Ia mengontrol umpan tinggi dari Joao Cancelo dengan sentuhan apik sebelum menuntaskannya dengan penyelesaian cermat ke gawang. Namun, selebrasi khasnya harus terhenti karena bendera offside sudah lebih dulu dikibarkan saat bola dilepaskan.
Penyerang Al-Nassr itu mendapat kesempatan kedua ketika Portugal memperoleh penalti setelah VAR mendeteksi Nikola Vlasic menarik Renato Veiga di dalam kotak terlarang.
Keputusan itu memang terbilang lembut jika dibandingkan dengan pelanggaran lain yang lolos dari hukuman di turnamen ini, tetapi keputusan sudah final. Ronaldo pun menunaikan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Pemain pengganti Gonçalo Ramos kemudian menjadi pahlawan dengan mencetak gol kemenangan dramatis di masa tambahan waktu, hanya 13 menit setelah Ronaldo digantikan oleh Ruben Neves dengan ekspresi kecewa di wajahnya.
Kroasia sempat menambah ketegangan dengan mencetak gol lewat Josko Gvardiol, namun gol tersebut dianulir karena Mario Pasalic dinilai berada dalam posisi offside—keputusan yang cukup kontroversial—sehingga Portugal melaju ke babak 16 besar.
Gol penyama Ronaldo tersebut menjadi sangat istimewa karena merupakan gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia, setelah berjuang selama 20 tahun dan enam edisi turnamen tanpa berhasil melakukannya.
Menariknya lagi, penalti itu juga menjadi satu-satunya sentuhan Ronaldo di kotak penalti lawan sepanjang pertandingan, menunjukkan betapa menurunnya efektivitasnya sebagai penyerang di usia 41 tahun.
Mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu masih memiliki setidaknya satu kesempatan lagi untuk menambah koleksi 11 golnya di Piala Dunia saat Portugal menghadapi Spanyol di Arlington pada hari Senin, sebelum kemungkinan besar mengakhiri kariernya di level internasional.