TRIBUNJAMBI.COM – Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di wilayah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi setelah seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun bernama Muhammad Fajri Setiawan dilaporkan hilang misterius.
Dia dikabarkan terseret arus deras Sungai Tembesi di Kecamatan Pauh.
Insiden memilukan ini menyita perhatian luas setelah video suasana di lokasi kejadian viral di media sosial.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Kamis sore, 2 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban yang merupakan warga RT 04 (sebelumnya terdata RT 05) RW 02, Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, sedang asyik mandi di pinggir Sungai Tembesi bersama sejumlah teman sebayanya.
Namun di tengah aktivitas tersebut, keceriaan mendadak berubah menjadi kepanikan.
Korban diduga terseret arus sungai yang cukup kuat hingga tenggelam dan dengan cepat hilang dari pandangan teman-temannya.
Warga setempat bersama personel Polsek Pauh langsung melakukan upaya pencarian mandiri sesaat setelah menerima laporan warga pada Kamis malam, tetapi hingga larut malam korban belum juga berhasil ditemukan.
Baca juga: Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Tembesi di Kabupaten Sarolangun
Baca juga: Detik-detik Rekan Kepala Daerah Tak Sadar Bupati Langkat Ditangkap KPK di Acara APKASI
Pencarian kemudian dilanjutkan secara intensif pada Jumat pagi dengan melibatkan Tim Basarnas.
Berdasarkan rekaman video amatir yang diunggah oleh akun Instagram @jambihits_id, suasana di lokasi jatuhnya korban dipenuhi aura kesedihan yang mendalam.
Dalam video tersebut, terlihat pihak keluarga korban, termasuk sang kakak perempuan yang mengenakan baju merah marun, mendatangi tepian Sungai Tembesi yang berair cokelat keruh.
Sambil berpegangan pada batang pohon di tepi tebing sungai, tangisan pilu yang menyesakkan dada pecah di antara deraian air mata.
Mereka histeris memanggil-manggil nama Fajri ke arah aliran sungai, berharap ada keajaiban agar bocah tersebut segera ditemukan.
Kerumunan warga dan kerabat tampak berusaha menenangkan dan memeluk keluarga korban yang nyaris histeris.
Kepala Kantor SAR Jambi, Abdul Malik, menjelaskan bahwa pihaknya baru menerima laporan resmi mengenai musibah kondisi membahayakan manusia ini pada Jumat (3/7/2026) pagi dari pihak Damkar Pauh.
“Setelah menerima laporan, kami mengerahkan tujuh personel Rescue dari Pos SAR Bungo menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR lengkap untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujarnya memberikan konfirmasi resmi.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan menempuh jarak sejauh 102 kilometer.
Setibanya di TKP, Tim SAR Gabungan langsung menggelar briefing kilat dan membagi operasi pencarian menjadi dua Search Rescue Unit (SRU).
Masing-masing SRU menyisir sisi kanan dan kiri Sungai Tembesi ke arah hilir sejauh tiga kilometer, sehingga total area penyisiran pada hari pertama mencapai sekitar enam kilometer.
Baca juga: Niat Cuci Usus Kurban di Bawah Jembatan, Juli Tewas Tenggelam Diduga Tak Bisa Berenang
Baca juga: Siapa Respati Ardi? Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari Gegara Baliho Ulang Tahun Jokowi
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan satu unit Rescue Car Hilux, satu unit perahu karet Luxury Craft Rubber (LCR), serta peralatan medis, evakuasi, dan alat komunikasi terpadu.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari Tim Rescue Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, Damkar Pauh, Polsek Pauh, serta puluhan masyarakat sekitar yang ikut menyisir aliran sungai.
“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian secara maksimal di sepanjang aliran Sungai Tembesi. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” kata Abdul Malik.
Hingga Jumat sore hari, setelah lebih dari 24 jam penyisiran mengikuti arus sungai dilakukan, hasilnya masih dilaporkan nihil.
Pihak berwenang menyatakan operasi pencarian akan kembali diteruskan secara maksimal pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.