Pemkot Yogya Kebut Normalisasi Aliran Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo
Hari Susmayanti July 04, 2026 07:14 AM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengebut proyek normalisasi sungai guna mengembalikan fungsi optimal aliran air sekaligus menata kawasan bantaran. 
            
Saat ini, fokus pengerukan sedimen dan pembersihan tengah digencarkan menggunakan alat berat di aliran Sungai Code yang melintasi jantung Kota Pelajar.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan program normalisasi yang menyasar tiga sungai utama di wilayahnya, yakni Winongo, Code, dan Gajah Wong, secara akumulatif baru menyentuh angka sekitar 30 persen. 

Namun, ia menyebut, khusus untuk beberapa titik penataan yang tengah berjalan saat ini, progresnya dinilai sangat positif dan hampir merampungkan fase krusial.

"Kalau secara keseluruhan dari semua sungai, memang baru sekitar 30 persen, karena cakupannya luas, meliputi Winongo, Code, dan Gajah Wong. Tapi, kalau untuk titik penataan yang sedang dikerjakan sekarang ini, di Terban, progresnya sudah 80 persen. Sebentar lagi selesai," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Hasto optimistis, dengan ritme kerja yang konsisten setiap tahunnya, penataan seluruh sungai di Kota Yogyakarta dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang relatif singkat. I

a bahkan menargetkan, dalam dua tahun ke depan, persoalan sedimentasi dan kebersihan sungai-sungai tersebut sudah bisa diatasi secara total.

"Setiap tahun kita lakukan bertahap. Saya kira bisa lebih cepat ini, dalam waktu dua tahun selesai membersihkan ketiga sungai itu. Ini saja belum ada satu minggu alat bekerja sudah tampak perkembangannya. Memang semua tergantung niat dan anggarannya," cetusnya. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menuturkan, penataan Sungai Code saat ini merupakan kelanjutan dari normalisasi tahap awal yang sebelumnya telah menyasar area selatan. 

Pihaknya kini bergerak melakukan upaya normalisasi ke utara, mulai dari kawasan Terban Madani, di wilayah Kemantren Gondokusuman, ke arah Hotel Tentrem. 

Kendati demikian, ia tidak menampik adanya sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama menyangkut kebersihan bantaran di sisi kiri dan kanan sungai, serta wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman. 

Kondisi di lapangan, ungkapnya, menunjukkan wilayah hulu tersebut masih cukup kotor dan padat oleh aktivitas warga masyarakat tepat di atas badan sungai.

"Pekan depan kami agendakan koordinasi dengan pihak Desa Caturtunggal (Sleman), agar dalam satu minggu ke depan alat berat sudah bisa masuk dan menyelesaikan pembersihan di sisi timur yang masuk wilayah Sleman," jelasnya, Jumat.

Baca juga: IFBC 2026 Yogyakarta Perbesar Peluang Produk Lokal Bersaing di Pasar Internasional

Lanjut ke Kleringan

Umi menegaskan, idealnya pengerukan sedimen rutin diagendakan minimal satu tahun sekali, memanfaatkan momentum musim kemarau di mana debit air sungai cenderung mengecil.

"Memang momentum paling ideal itu di bulan Juli sampai Agustus seperti sekarang, saat musim kemarau sehingga debit air tidak tinggi dan memudahkan proses pembersihan," tuturnya.

Pihaknya juga telah mengantongi cetak biru kelanjutan penataan Sungai Code berikutnya, menyasar aliran dari jembatan Kleringan dan Kewek, menuju arah selatan sampai ke Jembatan Sayidan yang masuk wilayah Kemantren Gondomanan.

"Mergangsan ke selatan kan sudah selesai pada tahap awal dulu. Jadi, untuk Code, mungkin tinggal satu kali tahapan lagi setelah ini, maka penataan fisiknya sudah bisa dikatakan selesai," imbuhnya.

Terkait pembiayaan, Umi memaparkan bahwa pengerjaan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogyakarta memiliki keterbatasan tersendiri. 

Sehingga, untuk penyelesaian total sampai dengan akhir tahun, tetap bertumpu kepada kolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

" Untuk plot APBD saat ini, alat berat bekerja selama dua minggu ini, kemudian nanti kita lihat kondisi masyarakat dulu untuk kelanjutan dua minggu berikutnya," katanya. (aka)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.