TRIBUNKALTIM.CO — Pemerintah tetap akan melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski menuai kritik dari masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pakar ABPEDNAS sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program MBG akan terus berjalan hingga seluruh anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan memperoleh asupan gizi layak.
Baca juga: Soroti Anggota Polri dan TNI Terseret Korupsi MBG, Pukat UGM Singgung Potensi Abuse of Power
"Pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi," kata Hashim dalam Pelantikan Srikandi Jaga Desa di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
"Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto tidak akan berhenti. Akan dilanjutkan," kata Hashim dalam Pelantikan Srikandi Jaga Desa di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Hashim mengatakan MBG merupakan program utama pemerintahan Prabowo-Gibran yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Baca juga: Usai Jenderal Polisi Tersangka MBG, Kejagung Ungkap Oknum TNI Aktif Terlibat Pengadaan Motor BGN
Hal ini khususnya melalui upaya memperbaiki kualitas kesehatan generasi muda.
"Program-program Prabowo-Gibran banyak terletak di desa, dan tujuannya adalah untuk memperbaiki nasib rakyat kita di pedesaan. Contoh adalah program Makan Bergizi Gratis," kata Hashim.
Gagasan MBG telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya sejak 2006.
Hashim bilang, Prabowo prihatin dengan tingginya angka stunting pada anak balita di Indonesia yang mencapai sekitar 30 persen.
Bahkan stunting sempat meningkat menjadi 38 persen berdasarkan data beberapa tahun berikutnya.
Menurut Hashim, penyediaan makanan bergizi gratis merupakan janji politik Prabowo yang terus dibawa sejak Pilpres 2009, 2014, 2019, hingga 2024 sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.
Baca juga: Rekam Jejak Jenderal Polisi yang Kini Jadi Tersangka Korupsi MBG, Diduga Atur Pengadaan Ompreng
"Dalam perjalanan programnya terdapat penyelewengan, penyimpangan, bahkan ada yang merusak citra dari program yang mulia ini," ujarnya.
Hashim juga meminta Srikandi Jaga Desa berperan aktif mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat desa.
Menurutnya, organisasi tersebut memiliki tugas memberikan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan agar program-program pemerintah berjalan sesuai tujuan. (*)