Jadwal Pemadaman Listrik di Kalsel, Sabtu 4 Juli 2026, Banjarbaru-Martapura Mati Lampu Siang-Malam
Mulyadi Danu Saputra July 04, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Memasuki akhir pekan, Kota Banjarbaru dan Martapura kembali terkena giliran pemadaman listrik pada hari ini, Sabtu (4/7/2026).

Tahapan pemadaman lsitrik terbagi jadi dua yakni siang hingga sore muali pukul 13.00 Wita dan sore hingga malam mulai pukul 17.00 Wita.

Ada pun wilayah Banjarbaru dan Martapura yang akan terdampak pemadaman listrik pada Sabtu, 4 Juli 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Kalsel, Jumat 3 Juli 2026, Malam Ini Banjarmasin dan Gambut Mati Lampu

Kota Banjarbaru

Waktu: 13.00 Wita  s.d 18.00 Wita

JI Jeruk, Jl Sekumpul Raya, Jl Bumi Berkat 8, Jl Markisa, Jl Kelapa Gading, Jl Tunas Baru, Jl Perambaian 3, Jl Tanah Abang, Jl. Dukuh Jaya dan sekitarnya

 

Waktu: 17.00 Wita  s.d. 22.00 Wita

Wilayah :

Sebagian Landasan Ulin, Jl Trikora, Jl Kawamar, Jl Peramuan, Jl Asabri 1-4, Gg Manunggal Jaya, Alfalah Putra, Jl Plipisan, Jl Sarga, Jl Laros, Jl Bumi Selamat dan sekitarnya

Jl Guntung Harapan, Jl Batu Besi, Jl Bhayangkara, Jl Guntung Manggis, Benawa Raya, Danau Seran, Jl Danau Seran, Jl Punawirawan, Jl Guntung Paring dan sekitarnya

Jl H Mistar Cokrokusumo, Jl Taruna, Satelit, Jl Chitramitra City, Amanah Borneo Park, Jl Merdeka, Jl Purnawirawan, SDN 1 Palam, PT Galuh Cempaka, Kompleks Lambung Mangkurat Palam

Jl Abadi1- 3, Jl Wengga Trikora Raya, Gunung Kupang, Transpol Cempaka, Palam, Galuh Cempaka, Sei Rancah, GMC, Karangrejo, Griya Mawar Asri, Wengga Palam, Madu Ratna, dan sekitarnya


Kota Martapura

Waktu: 13.00 Wita s.d. 18.00 Wita

Wilayah:

Jl Indrasari, Jl Kenanga, Permata, Masjid Indrasari, Jingah Habang, Stadion Indarasari, Kebun Serai, Chandra kirana, Kampung pegawai dan sekitarnya

Jl Pintu Air, Lapas Perempuan dan Anak, Jl Irigasi Pintu Air, JI Tanjung Rema, Kompleks Pangeran Antasari, Jl Pelita, Jl Perwira, Pengadilan Agama Kab Banjar, JI Sultan Adam, Jl Cempaka, Jl Murung Kenanga, Tunggul Irang, Pasar Sukaramai dan sekitarnya


Waktu: 17.00 Wita s.d. 22.00 Wita

Wilayah :

Kecamatan Martapura Barat, Pakauman, Tangkas, Teluk Selong, Sungai Rangas, Keliling Benteng, Penggalaman, Antasan Sutun, Sungai Batang, Tajau Landung, Simpang Lima, Galam Rabah dan sekitarnya

Sekumpul Raya Muhibbin, Perkantoran Bincau, Tambak Baru, Tambak Anyar, Pasar Papan, Antasan Senor, Kampung Melayu, Dalam Pagar, Akar Baru, Pingaran, Gunung Balai, Atayau, dan sekitarnya

Jl P Hidayatullah, Kantor Bupati Banjar, Rumdin Bupati Banjar, JI Demang Lehman, DPRD Banjar, Pasar Betuah, Murung Pasar, Jl Keraton, JI Kertak Baru, Masjid Al Karomah, Tungkaran, Padang Anyar dan sekitarnya

 

Pemicu Pemadaman Listrik di Kalsel

PT PLN (Persero) mengungkap alasan pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (2/7/2026), PLN menyatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kestabilan sistem interkoneksi Kalimantan agar tidak mengalami blackout atau padam total.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono menjelaskan, gangguan bermula dari masalah operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan Tengah.

Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pembangkit memasok daya ke sistem menurun sehingga pasokan listrik belum dapat beroperasi secara optimal.

“Untuk menjaga frekuensi dan kestabilan sistem, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur,” ujarnya, dalam rapat.

Iwan menjelaskan, saat itu sebenarnya telah berlangsung plant outage, yakni penghentian operasi pembangkit yang telah dijadwalkan untuk pemeliharaan.

Namun, proses pemeliharaan di salah satu pembangkit mengalami keterlambatan sehingga pembangkit lain harus menanggung beban lebih besar.

Akibatnya, sebagian pembangkit mengalami forced outage atau gangguan tidak terencana.

“Karena plant outage tidak selesai sesuai jadwal, pembangkit lain harus memenuhi seluruh kebutuhan sistem. Akhirnya ada yang mengalami forced outage,” jelasnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat operator harus segera mengurangi beban sistem agar frekuensi jaringan tetap berada pada batas aman.

Jika beban tidak dikurangi, frekuensi listrik akan terus turun dan berpotensi memicu blackout di seluruh sistem interkoneksi Kalimantan.

“Kalau sistem dipaksa tetap melayani seluruh beban, nanti terjadi blackout. Kalau sudah blackout, seluruh Kalimantan bisa padam,” ujarnya.

Menurut dia, pemulihan setelah blackout jauh lebih rumit dibanding melakukan pemadaman bergilir.

Satu unit pembangkit membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam untuk kembali beroperasi, kemudian seluruh pembangkit harus disinkronkan sebelum sistem kembali normal.

Dia mengatakan, PLN memilih melakukan pengurangan beban secara bertahap.

Prioritas pengurangan diberikan kepada pelanggan industri atau pelanggan yang memiliki captived power atau pembangkit listrik sendiri, sehingga dampak terhadap pelanggan rumah tangga dapat ditekan.

“Kami usahakan pelanggan yang punya genset lepas dari jaringan PLN sehingga beban berkurang. Dengan begitu pelanggan rumah tangga tidak banyak yang padam atau waktu padamnya tidak terlalu lama,” katanya.

Dalam rapat tersebut, PLN juga memaparkan sejumlah langkah penanganan yang sedang dilakukan, yakni mempercepat pemulihan unit pembangkit yang terganggu, mengoptimalkan pembangkit lain yang masih beroperasi.

Kemudian melakukan pengaturan operasi sistem secara real time, serta menerapkan manajemen beban bergilir demi menjaga keandalan sistem.

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.