Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Warga Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, memasang batang pohon pisang di tengah badan jalan sebagai penanda adanya lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Lubang tersebut berada di ruas jalan menuju Desa Napal Jungur, tepat setelah simpang menuju area bekas kuari milik mantan Bupati Seluma, Murman Efendi, atau sebelum memasuki desa.
Warga meminta para pengendara lebih berhati-hati saat melintasi lokasi tersebut, terutama pada malam hari maupun saat hujan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, batang pohon pisang berdiri tepat di tengah badan jalan yang berada di tikungan.
Ruas jalan tampak berkelok dengan vegetasi lebat di sisi kanan dan kiri, sementara pandangan pengendara dari arah tikungan relatif terbatas.
Kondisi tersebut membuat penanda sederhana dari batang pohon pisang menjadi satu-satunya penunjuk keberadaan lubang bagi pengendara yang melintas.
Penanda dari Warga
Warga Desa Napal Jungur, Herwan, mengatakan masyarakat secara swadaya memasang batang pohon pisang sebagai penanda agar pengendara mengetahui adanya lubang di badan jalan.
"Sudah dipasang pohon pisang sebagai penanda supaya pengendara tahu ada lubang. Apalagi lokasinya berada di tikungan, jadi cukup berbahaya kalau tidak hati-hati," kata Herwan kepada TribunBengkulu.com, Jumat siang (3/7/2026).
Menurut Herwan, lubang yang berada persis di tengah badan jalan tersebut memiliki kedalaman yang dapat membahayakan pengendara sepeda motor maupun mobil jika tidak segera dihindari.
Karena itu, warga berharap pengguna jalan mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi tersebut, terutama ketika hujan atau pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
"Kami mengimbau masyarakat yang melintas agar memperlambat laju kendaraan. Jangan ngebut karena posisi lubangnya berada setelah tikungan," ujarnya.
Harapan Perbaikan Jalan
Selain memasang penanda menggunakan batang pohon pisang, Herwan berharap Pemerintah Kabupaten Seluma melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan agar kondisi jalan kembali aman dilalui.
Menurut dia, perbaikan perlu segera dilakukan mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses yang setiap hari digunakan warga menuju Desa Napal Jungur maupun desa-desa lainnya di Kecamatan Lubuk Sandi.
"Selama lubang tersebut belum diperbaiki. Kami imbau masyarakat atau pengendara tetap berhati-hati saat melintas di lokasi jalan tersebut," sampai Herwan.