Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Polres Kepahiang terus mengusut kasus dugaan penculikan terhadap seorang pelajar perempuan berusia 9 tahun di Kelurahan Pasar Ujung, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang.
Dalam penyelidikan kasus tersebut, polisi menyatakan telah mengantongi rekaman CCTV yang diduga merekam terduga pelaku saat peristiwa terjadi.
Sementara itu, berdasarkan keterangan korban kepada keluarganya, korban sempat dibawa ke sebuah pondok di kawasan perkebunan kopi di Kelurahan Padang Lekat sebelum akhirnya berhasil melarikan diri.
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, mengatakan pihaknya telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) di lapangan meski hingga saat ini belum menerima laporan resmi ke Polres Kepahiang.
"Meskipun sampai saat ini tidak ada laporan secara resmi ke Polres Kepahiang, kami tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus ini," ucap Iptu Bintang.
Ia mengungkapkan bahwa penyidik telah mengantongi sejumlah barang bukti petunjuk, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Barang bukti kita sudah mengantongi CCTV pelaku dari kejadian tersebut," ujar Bintang.
Kronologi Kejadian
Korban yang merupakan anak kedua dari pasangan Hendro Hutomo (42) dan Wulandari (36) diduga menjadi korban penculikan saat berjalan kaki dari rumah kakeknya, Urip Bahari, menuju rumah neneknya, Yam Sasni, untuk bermain pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 09.18 WIB.
Menurut keterangan ayah korban, Hendro, anaknya didatangi seorang pria tak dikenal di tengah perjalanan dan diduga dipaksa naik ke sepeda motor.
"Pas di perjalanan depan TK itu anak ini ditarik dan dipaksa naik ke atas motor untuk ikut pelaku," beber Hendro.
Berdasarkan pengakuan korban kepada keluarganya, terduga pelaku membujuk korban dengan alasan ingin mengajaknya ke rumah pacarnya.
Bahkan, pelaku mengaku sudah mengenal keluarga korban.
"Dari keterangan anak saya, pelaku mengajaknya ikut ke rumah pacarnya. Pelaku juga mengaku sudah mengenal keluarga anak saya," ujar Hendro.
Korban kemudian dibawa menuju wilayah Kelurahan Padang Lekat.
Namun, lokasi yang dituju bukan rumah, melainkan sebuah pondok di kawasan perkebunan kopi.
"Saat sampai di Padang Lekat, pelaku mengatakan akan mengajak anak saya ke rumah pacarnya. Namun, lokasi yang dituju ternyata hanya sebuah pondok di kawasan perkebunan kopi, dan menurut pelaku pacarnya sedang tidak berada di tempat," jelas Hendro.
Beruntung, sepeda motor yang digunakan terduga pelaku mengalami ban pecah.
Pelaku kemudian meminta korban menunggu di lokasi sambil pergi menambal ban.
Memanfaatkan kesempatan tersebut, korban melarikan diri ke permukiman warga sambil berteriak meminta pertolongan.
Korban kemudian ditemukan warga dalam keadaan selamat.
Setelah memastikan kondisi korban, warga segera menghubungi orang tua korban agar datang menjemput anak tersebut.
"Kebetulan disana ada kerabat saya yang tahu, jadi langsung menghubungi saya," jelas Edo.
Imbauan Kepolisian
Di sisi lain, Iptu Bintang mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di luar rumah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Segera melapor atau memberikan informasi kepada kepolisian jika melihat gerak-gerik Orang Tak Dikenal (OTG) yang mencurigakan di lingkungan masing-masing," pungkas Bintang.