Roy Suryo Tegaskan Tak Pernah Minta Mediasi dengan Jokowi, Ungkap Fakta Pertemuan dengan Jimly
Tribun-video July 04, 2026 11:59 AM

- Tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, membantah pernyataan kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin, yang menyebut pertemuannya dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, bersama Refly Harun bertujuan meminta Jimly menjadi perantara mediasi dengan Jokowi.

Roy menjelaskan, pertemuan dengan Jimly berlangsung saat yang bersangkutan menjabat sebagai Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Roy, pertemuan tersebut dilakukan karena polemik mengenai tuduhan ijazah palsu Jokowi dinilai telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Selain itu, kata Roy, telah terjadi saling lapor antarpihak yang berawal dari polemik tersebut.

Karena itu, Roy dan Refly Harun meminta pandangan Jimly mengenai kemungkinan mengusulkan deponering terhadap perkara tersebut.

Deponering merupakan kewenangan Kejaksaan untuk mengesampingkan penuntutan suatu perkara pidana demi kepentingan umum, meskipun unsur pidananya telah dinyatakan terpenuhi.

Pertimbangan deponering didasarkan pada manfaat yang lebih besar bagi bangsa, negara, dan masyarakat.

"Mediasi itu bukan kita mediasi merunduk-runduk, tidak," kata Roy, dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV, Sabtu (4/7/2026).

Roy mengatakan usulan tersebut berkaca pada konflik antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikenal dengan istilah "Cicak vs Buaya."

Istilah "Cicak" merujuk pada KPK, sedangkan "Buaya" merupakan sebutan yang digunakan untuk Polri dalam polemik tersebut.

Roy kemudian membandingkan polemik ijazah Jokowi dengan konflik KPK dan Polri.

Menurutnya, pada saat itu pernah ditempuh kebijakan deponering dalam perkara yang melibatkan dua mantan pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, yang sempat ditetapkan sebagai tersangka pada 2009.

Salah satu pertimbangan penerapan deponering saat itu, menurut Roy, adalah untuk meredakan ketegangan antarlembaga dan menjaga situasi tetap kondusif.

"Jadi ketika kemudian gaduh terjadi. Dulu ingat ada kasus Cicak dan Buaya. Dulu negara agar tidak gaduh membuat hard breaking yaitu deponering agar tidak ke mana-mana."

Roy juga berpendapat bahwa polemik ijazah Jokowi telah menimbulkan dampak luas karena memicu saling lapor di berbagai pihak.

"Sebenarnya kasus ijazah ini gara-gara Jokowi ini sudah mengakibatkan kerugian negara di mana-mana. Sudah saling tuntut sekarang, sedikit-sedikit saling lapor," ujarnya.

Roy juga membantah anggapan bahwa gagasan deponering berasal dari Refly Harun.

Menurutnya, justru Jimly Asshiddiqie yang pertama kali menginisiasi pembahasan tersebut.

"Idenya (mengajukan deponering) bukan dari Mas Refly," tutur Roy.

Meski demikian, Roy mengatakan usulan tersebut tidak pernah disampaikan kepada Kejaksaan karena, menurutnya, ada pihak lain yang berpotensi memanfaatkan upaya hukum tersebut.

Akibatnya, rencana mengusulkan deponering tidak pernah terealisasi.

"Cuma memang ada yang 'numpang' waktu itu, tapi bukan Refly. Jadi itu nggak mungkin dilaksanakan (deponering)," ujarnya.

Ahmad Khozinudin Sebut Refly Harun Dorong Mediasi

Sebelumnya, Ahmad Khozinudin mengaku memiliki catatan terhadap keterlibatan Refly Harun dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan tuduhan ijazah palsu Jokowi.

Menurut Ahmad, Refly beberapa kali mendorong agar Roy Suryo dan dokter Tifa menempuh jalur mediasi dengan Jokowi.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi ketika Refly mengajak Roy Suryo dan dokter Tifa bertemu dengan Jimly Asshiddiqie saat menjabat sebagai Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri.

Ahmad menilai langkah tersebut tidak pernah dibahas maupun disetujui oleh anggota tim kuasa hukum lainnya.

Ia juga menyebut Rismon Sianipar, yang saat itu masih berstatus tersangka, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Ahmad, pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas kemungkinan mediasi antara Roy Suryo, dokter Tifa, Rismon Sianipar, dan Jokowi.

(Tribun.Video.com)

Editor Video:VP Magang Dwi Sulistyo Wati


#RoySuryo #Jokowi #IjazahJokowi #PolemikIjazah #Deponering #JimlyAsshiddiqie #ReflyHarun #AhmadKhozinudin 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.