Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG TIMUR - Tren positif diraih oleh klub sepakbola Indonesia, dengan nama Adhyaksa FC.
Pasalnya, klub yang berdiri sejak 2018 itu saat ini sudah resmi akan berkompetisi di Liga 1 atau kasta tertinggi tanah air.
Seperti diketahui, klub tersebut mulanya bernama Farmel FC dan berbasis di Tangerang.
Klub itu berkompetisi dari Liga 3 jalur provinsi, lalu usai empat musim bermain, mereka promosi ke Liga 2 usai juara di musim 2023/2024.
Setelah naik kasta, Farmel FC kemudian digandeng Kejaksaan Agung RI, lewat Persaja (Persatuan Jaksa Indonesia).
Sehingga mereka pun mengubah nama menjadi Adhyaksa FC Banten dan memilih berkandang di Banten International Stadium.
Berjalan satu musim di Liga 2, mereka mengukir prestasi dengan meraih tiket promosi ke Liga 1.
Di Liga 1, klub dengan pelatih Ade Suhendra itu menyusul Garudayaksa dan PSS Sleman.
Terkini, Adhyaksa FC dikabarkan berpeluang memilih Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi sebagai kandang atau homebase untuk mengarungi kompetisi super league atau liga 1 musim 2026/2027.
Baca juga: Klub Sepakbola Adhyaksa FC Dikabarkan Memilih Kandang di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Bekasi
Peluang itu menguat usai jajaran pengurus Persaja meninjau langsung kesiapan stadion milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tersebut.
"Kami dari pengurus Persaja sedang melakukan kunjungan lapangan meninjau kesiapan maupun persiapan Stadion Wibawa Mukti. Karena kami berencana memindahkan homebase atau basecamp Adhyaksa FC ke Bekasi," kata Ketua Umum Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) Asep Nana Mulyana dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Asep menjelaskan, sebelum tinjauan dilakukan, Pemkab Bekasi pun telah mengundang pihak Persaja untuk berkomunikasi perihal rencana menjadikan Stadion Wibawa Mukti sebagai kandang tim.
Ketika meninjau, Persaja menilik beragam fasilitas pendukung stadion, mulai dari kondisi lapangan, proses renovasi stadion yang sempat terdampak angin puting beliung, hingga fasilitas mess pemain, ofisial dan apartemen bagi pemain dari luar daerah.
"Kami juga menanyakan mess pemain maupun official, sekaligus apartemen kalau seandainya kami mentransfer pemain dari luar. Karena tentu ada standar FIFA dan regulasi yang harus kami penuhi," jelasnya.
Asep menuturkan, hasil kunjungan pada Jumat (3/7/2026) itu selanjutnya akan dibahas dalam rapat pengurus pusat Persaja untuk menentukan apakah Adhyaksa FC benar-benar bermarkas di Kabupaten Bekasi atau tidak.
"Nanti akan kami bawa ke rapat pengurus pusat. Termasuk membahas skenario kerja sama, apakah nanti berbagi dalam komposisi kepengurusan maupun pengelolaan gedung sehingga kami bisa mengikuti Liga 1 sebagaimana yang diharapkan," tuturnya.
Namun demikian secara umum, Asep menilai kondisi Stadion Wibawa Mukti cukup layak.
Meski ia mengaku masih terdapat sejumlah bagian yang perlu dibenahi karena stadion tersebut sedang menjalani renovasi usai terdampak angin puting beliung dan sempat tidak digunakan dalam kurun waktu cukup lama.
"Secara umum bagus. Walaupun masih ada beberapa yang belum baik dan belum bersih karena memang sedang direnovasi. Dua tahun tidak digunakan, kemudian terdampak puting beliung, sehingga masih perlu dibersihkan kalau nanti jadi digunakan," ujarnya. (M37)