DLH Klaim Kualitas Air Sungai Cibanten Aman Dipakai Aktivitas Warga, Kecuali untuk Diminum
Vega Dhini July 04, 2026 01:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana

‎TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Provinsi Banten memantau kualitas air Sungai Cibanten melalui pengujian rutin di sejumlah titik strategis sebagai upaya memastikan kondisi sungai tetap dalam batas aman bagi masyarakat.

‎Pemantauan dilakukan secara berkala setiap bulan dengan metode pengukuran berbagai parameter lingkungan yang mencerminkan kondisi fisik, kimia, dan biologis air sungai.

‎Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan terdapat tiga titik utama yang menjadi lokasi pengambilan sampel, yakni kawasan Gelam, Kidemang, dan Angsana.

‎Menurutnya, pemantauan tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan status kualitas air Sungai Cibanten serta sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan.

‎Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, kondisi air Sungai Cibanten hingga saat ini masih berada pada kategori relatif aman untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.

‎"Parameter-parameter yang digunakan itu sejauh ini masih dalam wajar dan bisa digunakan oleh masyarakat, tapi jangan diminum," kata Farach, Sabtu (4/7/2026).

‎Meski hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang masih terkendali, DLH Kota Serang tetap menegaskan bahwa pengawasan tidak akan dilonggarkan. 

‎Sebaliknya, intensitas pemantauan dan upaya pencegahan pencemaran akan terus diperkuat.

‎Selain pengambilan sampel rutin, DLH juga memanfaatkan hasil pemantauan tersebut sebagai dasar untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kualitas air sungai.

‎Farach menjelaskan, keberlanjutan kualitas Sungai Cibanten sangat bergantung pada konsistensi pengawasan serta partisipasi masyarakat dalam mengurangi sumber pencemaran dari lingkungan sekitar.

‎"Pemerintah berencana menarik retribusi pelayanan sampah di rumah-rumah yang berada di dekat sempadan sungai. Langkah ini diambil agar pengangkutan sampah menjadi lebih terorganisasi, sekaligus mencegah warga membuang sampah langsung ke sungai," ujarnya.

‎Pihaknya berharap sistem pemantauan yang berjalan saat ini dapat menjadi instrumen efektif dalam menjaga kualitas air Sungai Cibanten secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem sungai.

‎Farach menambahkan, keterlibatan masyarakat tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kualitas lingkungan sungai di Kota Serang.

‎"Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, tertib dalam membayar iuran sampah, serta bersama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan Kota Serang," ungkap Farach.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.