HUT ke-102 WKRI, Pastor Januarius Vaenbes Ajak Wanita Katolik Tanamkan Nilai Sahabat Sehati
Roifah Dzatu Azmah July 04, 2026 02:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pastor Paroki Gereja Santo Agustinus Manokwari, Januarius Vaenbes, Pr, mengajak seluruh anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk terus menanamkan nilai "Sahabat Sehati" sebagai landasan dalam kehidupan berorganisasi, berkeluarga, maupun bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan usai misa hari jumat sekaligua pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 WKRI yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Papua Barat di Gereja Santo Agustinus, Manokwari, Jumat (3/7/2026) malam.

Dalam refleksinya, Pastor Januarius mengatakan nilai "Sahabat Sehati" telah menjadi identitas yang melekat pada organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia.

Baca juga: WKRI Papua Barat Canangkan HUT ke-102, Usung Gerakan Lindungi Perempuan dan Anak

Menurutnya, seseorang yang memiliki hati yang baik akan mampu menghadirkan nilai-nilai positif dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, Gereja, maupun masyarakat.

"Wanita Katolik dikenal dengan semangat Sahabat Sehati. Artinya, ketika seseorang memiliki hati yang baik, maka nilai-nilai kebaikan akan mewarnai seluruh hidupnya, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun terhadap sesama," katanya.

Ia menilai peringatan HUT ke-102 WKRI bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan serta meningkatkan peran perempuan Katolik dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Menurutnya, keberadaan WKRI selama lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang pelayanan sosial, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan.

Pastor Januarius juga mengapresiasi tema HUT ke-102 WKRI tahun ini, yakni "Lahir Kembali Semakin Berarti, Merawat Rahim Ibu, Anak Terlindungi."

Ia menilai tema tersebut memiliki makna yang sangat mendalam karena menegaskan pentingnya menjaga martabat perempuan, kesehatan ibu, serta perlindungan terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa.

"Tema ini sangat relevan dengan situasi saat ini. Perjuangan untuk melindungi ibu dan anak harus terus dilakukan agar perempuan semakin berdaya dan memperoleh kesempatan yang setara dalam kehidupan," ujarnya.

Baca juga: Penantian Berakhir, Ratusan CPNS Teluk Bintuni Terima SK

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang sehat, melahirkan generasi yang berkualitas, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Karena itu, ia berharap WKRI terus menjadi organisasi yang mampu memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kasih dalam setiap karya pelayanannya.

Selain itu, Pastor Januarius mengajak seluruh anggota WKRI untuk berani menyuarakan kebenaran dan tidak tinggal diam terhadap berbagai persoalan, yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

"Yang paling penting adalah WKRI mampu menghadirkan refleksi bahwa perempuan Katolik tidak boleh diam terhadap hal-hal yang tidak baik atau tidak benar. Kita harus menjadi pembawa perubahan melalui kasih dan keteladanan," tegasnya.

Di akhir pesannya, Pastor Januarius mengingatkan bahwa setiap organisasi pasti menghadapi berbagai tantangan dan dinamika.

Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh melemahkan semangat pelayanan para anggota WKRI.

Ia berharap seluruh anggota terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan nilai Sahabat Sehati sebagai pedoman dalam setiap karya pelayanan.

"Dalam perjalanan organisasi pasti ada pasang surut. Tetapi saya berharap Wanita Katolik tetap maju, tetap menjadi Sahabat Sehati yang selalu mengasah, mengasuh, dan mengasihi sesama," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.