Pawellangi Bocah 9 Tahun Taklukkan Jalur Ekstrem Trail di Barru
Sudirman July 04, 2026 04:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU – Sebanyak 618 pencinta motor trail memadati alun-alun Colliq Pujie di Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Terletak di titik nol kota Barru, alun-alun ini mudah diakses dan menjadi ruang publik strategis, serta tempat berdirinya Museum Colliq Pujie.

Pencinta trail hadir dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.

Mereka star di Alun-Alun Colliq Puji’e menuju Salo moni, Lajulo, Sepe’e, Tuwung, Coppo, Lajari, finish kembali di Alun-Alun Colliq Puji’e.

Salah satu jalan cukup ekstrem yaitu di Lajulo.

Beberapa motor peserta tidak mampu menaklukan tanjakan yang berbatu.

Lapangan Lajulo dikenal sebagai area bumi perkemahan di Barru yang menyajikan pemandangan pohon akasia dan batu coklat.

Baca juga: Inilah Polisi Termuda dan Tertua Polres Barru, Dapat Kejutan Kapolres saat HUT ke-80 Bhayangkara

Sebagian mesin motor peserta mati saat berada di Lajulo.

Hal itu menyebabkan peserta terjatuh.

Untuk mengakali tanjakan, tidak sedikit peserta mengambil jalur memutar.

Sementara motor yang mesinnya mati, didorong oleh peserta keluar jalur.

Seorang bapak dan anak asal Sidrap juga coba menaklukkan trek yang didominasi oleh batu ini.

Dia adalah Ruslan (33) dan anaknya Pawellangi (9) murid kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

Ruslan menggunakan motor trail besar atau Motocross.

Sementara anaknya menggunakan motor trail kecil atau Pit Bike.

Ruslan sesekali turun dari motornya membantu mendorong motor anaknya melewati jalur berbatu besar.

Setelah motor anaknya lolos, Ruslan kembali mengambil motornya.

“Luar biasa jalurnya. Apalagi panas begini,” ujar Ruslan.

TANJAKAN - Para rider motor trail coba taklukkan jalur tanjakan berbatu di Lajulo, Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sabtu (4/7/2026) pagi. Beberapa mesin motor mati saat di pertangahan tanjakan jalur kering.
 
 
TANJAKAN - Para rider motor trail coba taklukkan jalur tanjakan berbatu di Lajulo, Kelurahan Tuwung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sabtu (4/7/2026) pagi. Beberapa mesin motor mati saat di pertangahan tanjakan jalur kering.     (Tribun-timur.com/SEGITARIUS)

Hikmal (20) peserta dari Bone, juga coba menaklukkan jalur kering ini.

Ia tampak berkeringat.

Menurutnya, jalur kali ini begitu menantang.

“Jalurnya berbatu dan ada akar-akar pohonnya,” ujarnya.

Namun jalur ini tidak membuatnya terjatuh.

Tidak hanya dari Sidrap dan Bone, tapi jalur ini juga dilintasi peserta dari Ternate hingga Banjarmasin.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.