Biaya yang dikeluarkan negara itu harus dibayar dengan prestasi. Kalau kalian belajar dengan baik dan sukses, itulah bukti bahwa negara tidak rugi membiayai pendidikan anak-anak Papua
Sorong (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Daya (PBD) Elisa Kambu mengatakan sebanyak 90 siswa Orang Asli Papua (OAP) dari enam kabupaten/kota di provinsi itu akan mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dengan menempuh pendidikan jenjang SMA di empat provinsi yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Banten.
"Program ADEM merupakan kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Papua untuk memperluas wawasan, membangun karakter, serta meningkatkan daya saing pada masa depan," katanya di Sorong, Sabtu.
Ia menjelaskan Program ADEM merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Papua melalui akses pendidikan di luar daerah.
Para peserta, lanjutnya, harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh karena seluruh biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah merupakan investasi negara untuk mencetak generasi Papua yang unggul.
"Biaya yang dikeluarkan negara itu harus dibayar dengan prestasi. Kalau kalian belajar dengan baik dan sukses, itulah bukti bahwa negara tidak rugi membiayai pendidikan anak-anak Papua," ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan para siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, menghormati budaya masyarakat setempat, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua asuh, pendamping, dan teman-teman selama menjalani pendidikan.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) PBD bertanggung jawab dalam proses perekrutan, pembekalan, persiapan hingga pemberangkatan peserta Program ADEM. Sementara biaya pendidikan selama para siswa berada di daerah tujuan dibiayai pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Elisa mengapresiasi pemerintah pusat yang terus memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan di luar daerah melalui Program ADEM.
Selain memperoleh pengetahuan akademik, kata dia, para peserta juga akan mendapatkan pengalaman hidup, memperluas jejaring pertemanan, dan membangun karakter melalui interaksi dengan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 90 peserta Program ADEM tersebut berasal dari Kota Sorong sebanyak 16 siswa, Kabupaten Sorong 16 siswa, Kabupaten Raja Ampat 15 siswa, Kabupaten Sorong Selatan 15 siswa, Kabupaten Tambrauw 14 siswa, dan Kabupaten Maybrat 14 siswa.





