TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) peningkatan layanan kesehatan bagi atlet dengan Queen Latifa Hospital Group.
Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum KONI DIY KGPAA Paku Alam X, dengan Chief Operating Officer (COO) Queen Latifa Hospital Group, Dr. apt. Noor Syam Sidiq Himawan, M.Farm., MPM.
Kerja sama yang berlangsung selama tiga tahun ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara sektor kesehatan dan olahraga guna mendukung pembinaan atlet yang sehat dan berprestasi.
Melalui kerja sama ini, Queen Latifa Hospital Yogyakarta dan Queen Latifa Hospital Kulon Progo akan menjadi mitra layanan kesehatan bagi atlet KONI DIY dengan menghadirkan layanan unggulan Sport Injury & Rehabilitation, Pain Intervention, dan Trauma Center.
Kolaborasi ini juga mencakup medical check-up, skrining kesehatan, edukasi kesehatan, serta pendampingan medis pada berbagai kegiatan olahraga yang diselenggarakan oleh KONI DIY.
Baca juga: Mengintip Budidaya Telur Probiotik Kelompok Tani Winongo Asri, Telur Lebih Sehat Kandang Tidak Bau
Chief Operating Officer (COO) Queen Latifa Hospital Group, Dr. apt. Noor Syam Sidiq Himawan, M.Farm., MPM., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Queen Latifa Hospital Group dalam menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif bagi insan olahraga.
"Kemitraan ini merupakan langkah strategis bagi Queen Latifa Hospital Group untuk berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui Queen Latifa Hospital Yogyakarta dan Queen Latifa Hospital Kulon Progo, kami siap menghadirkan layanan Sport Injury & Rehabilitation, Pain Intervention, dan Trauma Center guna mendukung kesehatan atlet, mulai dari pencegahan, penanganan cedera, hingga rehabilitasi agar mereka dapat kembali berlatih dan berkompetisi dengan performa terbaik," ujar Dr. apt. Noor Syam Sidiq Himawan, M.Farm., MPM.
Melalui sinergi ini, Queen Latifa Hospital Group dan KONI DIY berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem kesehatan olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta serta mendukung lahirnya atlet-atlet yang sehat, tangguh, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu Ketua KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan prestasi olahraga di DIY.
Menurutnya, KONI tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kita mengembangkan kolaborasi. Apa pun yang terjadi, KONI tidak bisa sendirian. Kami membangun komunikasi dengan berbagai institusi yang kemudian berkenan berkolaborasi dan bekerja sama dalam rangka mengembangkan dunia olahraga di Yogyakarta,” ujarnya.
Paku Alam X menjelaskan, setiap mitra memiliki peran sesuai bidangnya masing-masing.
Sektor kesehatan akan mendukung pelayanan medis atlet, perguruan tinggi berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan teknologi, sementara media berperan dalam publikasi serta penyebarluasan informasi olahraga.
“Semuanya penting. Atas nama KONI dan Pemerintah DIY kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh institusi yang telah bersama-sama menandatangani kesepakatan ini. Kerja sama dilakukan sesuai tugas dan fungsi masing-masing, termasuk pemanfaatan teknologi digital agar sistem pendataan, penilaian hingga peringkat olahraga menjadi lebih maju,” katanya. (*)