Karateka Muda Beltim Raih Perak di Kejuaraan Internasional Malaysia, Harumkan Nama Indonesia
Asmadi Pandapotan Siregar July 04, 2026 02:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dari sebuah dojo sederhana di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), lahir seorang karateka muda berbakat yang berhasil menembus panggung internasional.

Adalah Aaliyah Noya Risdianto (14), siswi SMP asal Kelapa Kampit, yang sukses meraih medali perak pada ajang Milo International Open Karate Championship 2026 yang digelar di Titiwangsa Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 25–28 Juni 2026.

Noya tampil mewakili Indonesia dalam nomor Youth U14 Female Kata Individual 12–13 Years, bersaing dengan ratusan atlet dari 17 negara.

Sejak babak penyisihan, Noya menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan lawan demi lawan hingga melaju ke partai final.

Di babak final, Noya harus menghadapi wakil tuan rumah Malaysia dalam pertandingan ketat yang berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan lawan.

Pelatih utama Forki Beltim, Syukur Maulana, yang mendampingi langsung Noya di pinggir matras mengungkapkan bahwa anak didiknya itu sebenarnya tampil luar biasa prima di partai final. Ia pun mengatakan Noya memiliki peluang untuk membawa pulang emas.

"Pada babak final, Noya hanya kalah sangat tipis dari atlet tuan rumah Malaysia dengan skor ketat 3-2. Kalau kita melihat penampilannya secara objektif di arena, peluang untuk meraih medali emas sebenarnya terbuka sangat lebar," ujar Syukur dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Meski harus puas oleh medali perak, Syukur mengatakan sangat bangga atas daya juang yang ditunjukkan oleh karateka muda ini.

PRESTASI INTERNASIONAL - Karateka muda asal Kecamatan Kelapa Kampit, Aaliyah Noya Risdianto (14) berfoto bersama pelatih utama Forki Belitung Timur, Syukur Maulana, usai berhasil menyabet medali perak dalam ajang Milo International Open Karate Championship 2026 di Titiwangsa Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Tampil di nomor Youth U14 Female Kata Individual, Noya sukses membuktikan keterbatasan fasilitas di daerah tidak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi di tingkat dunia.
PRESTASI INTERNASIONAL - Karateka muda asal Kecamatan Kelapa Kampit, Aaliyah Noya Risdianto (14) berfoto bersama pelatih utama Forki Belitung Timur, Syukur Maulana, usai berhasil menyabet medali perak dalam ajang Milo International Open Karate Championship 2026 di Titiwangsa Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Tampil di nomor Youth U14 Female Kata Individual, Noya sukses membuktikan keterbatasan fasilitas di daerah tidak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi di tingkat dunia. (Istimewa/ Dok Diskominfo SP Beltim)

Syukur merasa pencapaian luar biasa yang ditorehkan oleh Noya adalah sebuah pembuktian bagi dunia olahraga Beltim.

​"Noya merupakan atlet yang mewakili Forki Bangka Belitung dan Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah sebenarnya mampu bersaing di level internasional, asalkan mendapatkan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

Secara keseluruhan, kontingen Forki Bangka Belitung sukses membawa pulang empat buah medali dari Malaysia, yang terdiri atas dua medali perak dan dua medali perunggu untuk Indonesia.

Selain Noya, satu medali perak lainnya dipersembahkan oleh Bima Fadillah Sabil asal Kota Pangkalpinang yang turun pada nomor Senior Male Kumite Individual 60 Kg.

Sedangkan dua medali perunggu masing-masing berhasil didapatkan Raffael Pandu Rachmand dari Kabupaten Bangka pada nomor Male U21 Kumite Individual 60 Kg, serta Amira Putri yang juga dari Kabupaten Bangka pada nomor Female Cadet Kumite Individual 47 Kg.

​"Alhamdulillah, dari kejuaraan ini kontingen Bangka Belitung berhasil membawa pulang total dua medali perak dan dua medali perunggu," ujar Syukur. 

Jadi Motivasi Atlit Lain

Kembali ke Noya, Ketua Forki Belitung Timur, Dedi Septiadi rupanya tidak bisa menyembunyikan rasa haru. Ia mengatakan apa yang diraih Noya merupakan buah manis dari sebuah disiplin panjang.

"Ini adalah prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan. Noya tidak hanya membawa nama harum Kecamatan Kelapa Kampit atau Beltim, tapi nama Indonesia di ajang internasional. Hasil ini sama sekali bukan instan, melainkan buah dari latihan yang konsisten selama bertahun-tahun," ucap Dedi.

Sebelumnya, rekam jejak Noya di kejuaraan lokal memang sudah mentereng. Ia merupakan pemegang gelar juara Best of The Best pada ajang Piala Gubernur Bangka Belitung Tahun 2025 lalu.

Dedi pun menilai, rentetan prestasi ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh anak-anak muda dan atlet-atlet usia dini lainnya di Beltim untuk tidak takut bermimpi besar meskipun di tengah keterbatasan. 

"Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet di Kabupaten Beltim, terutama di cabang olahraga karate. Kita ingin membuktikan kepada anak-anak kita bahwa walaupun kita berada di daerah terpencil, prestasi kita sangat bisa menembus dunia," harapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.