TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Ketua Umum La Albiceleste Fakfak Papua Barat Samaun Hegemur menekankan Timnas Argentina yang didukungnya, masih di atas angin kualitasnya.
Samaun Hegemur memakai topi khas Panama Hat Amerika Latin, yakni topi yang dianyam secara tradisional dari serat tanaman toquilla di Ekuador.
Disebut "Panama hat" karena pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 topi-topi tersebut diekspor melalui Panama dan menjadi populer saat dipakai para pekerja pembangunan Terusan Panama.
Salah satu tokoh yang ikut memopulerkannya adalah Theodore Roosevelt.
Baca juga: Argentina Lolos 16 Besar Dipaksa Tanjung Verde Lewat Extra Time, Fans di Fakfak: Respect
Samaun Hegemur menyampaikan kepada awak media termasuk TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat soal responnya terhadap permainan Argentina melawan Tanjung Verde, Sabtu (4/7/2026).
"Kami akui dari gaya permainan, Tanjung Verde atau Cabo Verde meski baru debut di Piala Dunia namun sudah merepotkan, termasuk untuk Argentina," ujarnya memuji.
Namun, ia tak menampik skuad Lionel Scaloni masih di atas angin dan teruji mampu mengalahkan Tanjung Verde dengan perpanjangan waktu atau extra time.
"Kalau lawan salah-salah, Tanjung Verde bisa menang namun karena mereka hadapi Argentina jadi hasilnya alhamdulillah kemenangan untuk Argentina," tuturnya.
Pihaknya juga selalu fans garis keras di Kabupaten Fakfak mengaku bersyukur karena Allah Tuhan yang punya daya dan kuasa, masih memberikan kemenangan bagi Timnas Argentina sehingga lolos babak 16 besar.
"Pertandingan berjalan ketat, tetapi berkat doa dan dukungan penuh dari fans di Kabupaten Fakfak maupun seluruh dunia maka Argentina mampu kalahkan Tanjung Verde," bebernya.
Baca juga: Argentina Lolos 16 Besar Dipaksa Tanjung Verde Lewat Extra Time, Fans di Fakfak: Respect
Lelaki asli Mbaham Matta Fakfak itu juga menyoroti meskipun adanya tambahan waktu dan harus diakui Tanjung Verde tim yang kuat, tetapi justru menggambarkan sisi lain Argentina yang mampu tampil dengan performa menyerang secara maksimal.
"Semua orang menilai Tanjung Verde perlu diantisipasi dan bisa mengalahkan Argentina, tetapi khawatir itu justru bagi tim lain, beda dengan Argentina dengan pengalaman dan bintang tiga di dada tentu berbeda," gumamnya.
Ia menekankan, percaya bahwa ini merupakan strategi pelatih Argentina yang mampu menembus pertahanan Tanjung Verde.
"Walaupun masih ada kekurangan, tetapi pastinya tim dan pemain juga melakukan kajian dan evaluasi pasca pertandingan, kami yang jauh hanya bisa berdoa dan memberikan dukungan tulus," beber Samaun Hegemur.
Imbauan Samaun Hegemur
Pasca Argentina memenangkan pertandingan atas Tanjung Verde dengan skor 3-2, Samaun Hegemur meminta para fans La Albiceleste Fakfak untuk tetap solid dan menjaga kekompakan.
"Terlebih telah masuk 16 besar, mari kita jaga kekompakan, ketertiban, dan harus semua bereuforia dalam keadaan aman karena berkaca dengan kabupaten atau daerah lainnya sering mengalami kecelakaan atau musibah maka pengawasan dan tanggung jawab harus datang dari diri kita," jelasnya.
Harapan Samaun Hegemur tentu apabila semua berjalan tertib dan aman, maka fans Argentina akan terus konvoi dan berlanjut sampai ke final Piala Dunia 2026.
"Jangan sampai hal-hal kecil mencederai diri kita maupun orang lain, terutama nama baik La Albiceleste Fakfak, karena kita yang terbaik sejauh ini penilaiannya," ucapnya mengingatkan.(*)