TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Kematian Merinda Tri Agustin (22), perempuan asal Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhirnya terkuak. Korban yang ditemukan meninggal dunia di kamar rumah orang tuanya, Jumat (3/7/2026) itu ternyata dibunuh pacarnya sendiri.
Polisi menetapkan Ari, yang merupakan pacar korban sekaligus warga satu RT dengan Merinda, sebagai pelaku pembunuhan.
Melalui wawancara dalam program Saksi Kata, paman korban, Saniman, menceritakan aktivitas terakhir keponakannya sebelum ditemukan meninggal dunia.
Baca juga: Perempuan Tanpa Busana Tewas Misterius di Lumajang, Ternyata Dibunuh Pacarnya
"Saya baca, cuma tidak saya balas. Karena saya sudah bilang jangan nginap, walaupun malam harus tetap pulang," ujarnya saat ditemui di rumahnya di Desa Kalipenggung, Sabtu (4/7/2026).
Ia mengaku sempat berniat menghubungi korban agar membatalkan rencana menginap. Namun niat tersebut diurungkan karena waktu sudah larut malam.
"Kok sudah terlalu malam, takut ada apa-apa di jalan kalau pulang, apalagi tempatnya jauh. Jadi saya biarin saja," katanya.
Keesokan harinya, Saniman mengira Merinda langsung berangkat bekerja di sebuah toko perhiasan di Kecamatan Randuagung, seperti kebiasaan yang selama ini dilakukan jika menginap di rumah temannya.
"Jadi saya biarkan," imbuhnya.
Baca juga: Jasad Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Sumur Probolinggo, Ramai Kabar Orang Hilang Sebulan Lalu
Setelah Salat Jumat, Saniman dijemput adik iparnya untuk datang ke rumah orang tua korban. Saat itu, ia diberi informasi bahwa Merinda mengalami kecelakaan.
Menurut Saniman, alasan keluarga menyampaikan informasi tersebut agar dirinya tidak terlalu terkejut karena memiliki riwayat penyakit jantung.
"Tidak tahunya di sana sudah rame, jadi tahunya kejadian ketika sudah banyak orang dan polisi di lokasi," tuturnya.
Saniman menjelaskan, berdasarkan cerita yang diterimanya, kasus itu terungkap setelah Ari menghubungi Eka, tetangga sekaligus sahabat korban.
Pelaku meminta Eka mengecek kondisi Merinda di rumah karena telepon korban tidak bisa dihubungi.
"Akhirnya temannya itu ke rumah korban, dan melihat korban sudah tergeletak meninggal dunia. Saat itu langsung menghubungi RT/RW dan kepala dusun. Saat itu pelaku juga ikut melaporkan kejadian di Polsek Randuagung," beber Saniman.
Baca juga: Perempuan Muda di Lumajang Ditemukan Tewas di Rumah, Dugaan Kuat Korban Pembunuhan
Saniman mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan asmara keponakannya. Namun, ia mendapat informasi dari warga bahwa korban dan pelaku beberapa kali terlibat pertengkaran sebelum peristiwa tersebut.
"Sempat cekcok adu mulut antara korban dan pelaku itu, tidak tahu masalahnya apa. Itu sebelum kejadian," ungkapnya.
Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, Merinda diasuh oleh paman dan bibinya. Menurut Saniman, keponakannya dikenal sebagai sosok yang penurut.
"Seandainya saat pamit nginap di rumah temannya, itu saya suruh pulang, saya yakin pulang anak itu. Tapi saya khawatir di jalan soalnya sudah terlalu malam," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak ibunya meninggal dan kakak korban bekerja di luar negeri, Merinda hampir tidak pernah bermalam di rumah orang tuanya yang kemudian menjadi lokasi kejadian.
"Ke rumah tersebut hanya menghidupkan lampu saat pulang kerja, ketika berangkat kerja matikan lampu. Habis itu ke sini dan tidurnya di sini bersama saya," ujarnya.
Menurut Saniman, baru kali itu Merinda kembali bermalam di rumah orang tuanya. Di lokasi tersebut, korban kemudian ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tanpa busana dan mengalami sejumlah luka di tubuhnya.