BANGKAPOS.COM -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak akan berhenti, meski banyak yang menolak program tersebut.
Program unggulan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tetap menjadi salah satu prioritas utama meski mendapat berbagai kritik dari masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Utusan Khusus Presiden sekaligus adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo dalam sebuah acara di Jakarta.
Hashim menyebut program tersebut merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto yang telah diperjuangkan sejak lama untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil.
Selain itu, ia juga mengajak Srikandi Jaga Desa berperan aktif mengawasi pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat desa.
Ketua Pakar ABPEDNAS sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, memastikan pemerintah akan melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah hujan kritik masyarakat.
Baca juga: Kronologi Nadira Az Zahra Mahasiswi Telkom Hilang hingga Kini Belum Ditemukan, Pamit Naik Gojek
Menurutnya, program MBG akan terus dilanjutkan hingga seluruh anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan mendapatkan asupan gizi yang layak.
"Pemerintah sudah bertekad untuk melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil kita berikan makanan yang bergizi untuk semua anak-anak dan ibu-ibu hamil yang perlu makanan bergizi," kata Hashim.
"Itu sudah ada tekad, itu janji kampanye Prabowo Subianto tidak akan berhenti. Akan dilanjutkan," kata Hashim dalam Pelantikan Srikandi Jaga Desa di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Hashim mengatakan MBG merupakan program utama pemerintahan Prabowo-Gibran yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Hal ini khususnya melalui upaya memperbaiki kualitas kesehatan generasi muda.
"Program-program Prabowo-Gibran banyak terletak di desa, dan tujuannya adalah untuk memperbaiki nasib rakyat kita di pedesaan. Contoh adalah program Makan Bergizi Gratis," kata Hashim.
Gagasan MBG telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya sejak 2006. Hashim bilang, Prabowo prihatin dengan tingginya angka stunting pada anak balita di Indonesia yang mencapai sekitar 30 persen.
Bahkan, stunting sempat meningkat menjadi 38 persen berdasarkan data beberapa tahun berikutnya.
Menurut Hashim, penyediaan makanan bergizi gratis merupakan janji politik Prabowo yang terus dibawa sejak Pilpres 2009, 2014, 2019, hingga 2024 sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.
"Dalam perjalanan programnya terdapat penyelewengan, penyimpangan, bahkan ada yang merusak citra dari program yang mulia ini," ujarnya.
Hashim juga meminta Srikandi Jaga Desa berperan aktif mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat desa.
Menurutnya, organisasi tersebut memiliki tugas memberikan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan agar program-program pemerintah berjalan sesuai tujuan.
Hashim lahir di Jakarta, 1 Januari 1953 dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Siregar. Usianya saat ini 73 tahun.
Ayahnya merupakan mantan Menteri Negara Riset Indonesia ke-3 dan Menteri Keuangan Indonesia ke-8.
Dirinya memiliki dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki.
Mereka adalah Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Marjani Djojohadikusumo, dan Prabowo Subianto.
Baca juga: Siapa Sosok Brigjen Polisi Aktif jadi Tersangka Kasus Korupsi MBG, Inisial LMI, Kini Ditahan
Dalam kehidupan pribadinya, Hashim menikah dengan Anie Harjati dan dikaruniai tiga orang anak.
Ketiga anak Hashim yakni Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, dan Siti Indrawati Djojohadikusumo.
Melansir arsari.co.id, Hashim menempuh pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat.
Ia meraih gelar Sarjana Politik dan Ekonomi dari Pomona College di Claremont, California.
Hashim memulai kariernya di dunia perbankan dan investasi bernama Lazard Freres Et Cie.
Selanjutnya, Hashim memutuskan untuk merintis usaha sendiri dan membangun portofolio bisnis yang luas di bidang industri semen, petrokimia, perkebunan, pertambangan, perbankan, serta perdagangan komoditas internasional di bawah bendera Tirtamas Group.
Tirtamas Group ini menjadi perusahaan induk dari PT Era Persada Trade (trading), PT Tirtamas Majutama (perusahaan investasi induk), PT Indo Consult (konsultasi bisnis), dan PT Proma Comexindo (trading).
Ia juga mendirikan 38 anak usaha lain yang bergerak di bidang semen, petrokimia, energi, dan pertanian.
Sampai pada 1993, mereka mengakuisisi PT Semen Nusantara Cilacap dan PT Semen Dwima Agung.
Saat Indonesia dihantam krisis ekonomi pada 1997-1998, perusahaan milik Hashim yakni Tirtamas Group terpaksa menjual saham-sahamnya dan unit usaha untuk melunasi utang.
Kemudian, pada 2000 dan 2006, Hashim menjabat sebagai Chairman dan Presiden Direktur Nations Energy. Sebuah perusahaan energi Internasional yang beroperasi di Kazakhstan.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan signifikan, sebelum akhirnya Hashim melepas kepemilikannya.
Setelahnya, Hashim tetap melanjutkan kiprahnya di sektor energi dengan mendirikan Nations Petroleum, yang mengelola beberapa ladang minyak.
Hashim kemudian menjual aset-aset tersebut dan menginvestasikan hasilnya ke dalam sektor energi terbarukan di Indonesia.
Pada 2006, Hashim mendirikan Arsari Group dengan visi berinvestasi di proyek-proyek yang mendorong kemajuan dan kesejahteraan bagi semua.
Pada 2018, Hashim berada di rangking 35 sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 850 juta dolar AS menurut majalah Forbes.
Selain itu, Hashim dan istrinya telah mendidikasikan empat dekade terakhir mereka terhadap berbagai isu sosial penting di Indonesia.
Hashim dikenal atas kontribusinya dalam pelestarian dan promosi warisan budaya Indonesia, perlindungan lingkungan hidup, serta satwa liar yang terancam punah.
Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meskipun mendapat kritik dan tuntutan penghentian dari sejumlah mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang digelar pekan lalu.
Istana melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki manfaat nyata bagi masyarakat sehingga tidak dapat dihentikan begitu saja.
Menurut Qodari, MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memperbaiki status gizi anak, serta menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
"Program ini menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga anak-anak sekolah."
"Karena itu, program ini tidak mungkin dihentikan hanya karena terdapat persoalan dalam pelaksanaannya," kata Qodari dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (14/6/2026).
Ia menilai berbagai kendala yang muncul dalam implementasi program merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap kebijakan berskala nasional.
Menurutnya, proses menerjemahkan gagasan besar menjadi program operasional di lapangan pasti menghadapi berbagai tantangan.
"Semua program pasti mengalami dinamika. Ketika sebuah ide diterjemahkan menjadi kebijakan yang berjalan di lapangan, pasti ada variasi pelaksanaan dan masalah yang muncul. Yang penting adalah bagaimana masalah itu dievaluasi dan diperbaiki," ujarnya yang dikutip serambinews.com dari Kompas.com.
(Bangkapos.com/TribunJatim.com/Serambinews.com)