TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Inilah potret Annabelle Maliangkay utusan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulut di grand final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026) malam.
Abel begitu sapaan Mahasiswa semester 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Ilmu Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unsrat Manado, meraih juara 2 atau runner up 1 Putri Otonomi Indonesia 2026.
Grand final Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026, keluar sebagai pemenang Yemimah Sitanggang utusan tuan rumah Kabupaten Deli Serdang.
Ada 19 perempuan cantik, pinter, cerdas dan punya wawasan baik di grand final pemilihan Puteri Otonomi Indonesia 2026.
Performance Abel di malam grand final, disupport dan dihadiri langsung Bupati Minahasa Utara yang jug Sekretaris Jendral Apkasi Dr Joune Ganda bersama Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda Davega.
Serta kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian M.Si dan Tim Putri Otonomi Indonesia 2026 yang diketuai oleh Armando Maramis.
Dalam Tribun Podcast, di Studio Kantor Tribun Manado jalan AA Maramis Kairagi Manado, Selasa (23/6/2026).
Menurut Annabelle Maliangkay (19), cantik itu bukan sekadar dari penampilan fisik saja.
Tapi, bagaimana kita menghargai orang lain, memperlakukan orang lain.
"Definisi cantik yang sesungguhnya jika kita memperlakukan orang dengan baik," kata Annabelle Maliangkay, dalam Tribun Podcast, Selasa (23/6).
Dalam Tribun Podcast mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi program studi ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unsrat Manado menggunakan
Balutan busana cocktail dress, busana semi formal yang dirancang khusus untuk menghadiri pesta dan acara warna hitam.
Kata Cantik begitu identik dengan berbagai ajang beauty peagent.
Ketika putri pasangan Ayah Mario Maliangkay dan Ibu Wulan Kindangen ikut dalam ajang Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) tahun 2026 ia menyadari Cantik itu bukan sekedar looks (kelihatan) secara fisik tapi bagaimana hati dibawah sepenuhnya, untuk berikan terbaik di akang Pemilihan POI 2025.
Mengingat ajang itu tak semata untuk cantik-cantikan saja, unjuk bakat saja namun bagaimana berikan impek yang baik bagi generasi muda dan semua orang.
Kecantikan lebih dari sekedar looks (kelihatan) fisik.
Karena itu semua berkat dari Tuhan, ada looks fisik, kepandaian.
Seiring berjalannya waktu semua akan memudar, saat kita tua nanti kecantikan memudar, pengetahuan akan berkurang.
"Jadi bagaimana hati yang baik definis cantik yang sesungguhnya," jelas Anak pertama dari 2 bersaudara.
Abel merasa bersyukur karena diberikan kesempatan yang luar biasa, secara resmi boleh mewakili Kabupaten Minahasa Utara dengan lolos ke 20 besar finalis Putri Otonomi Indonesia 2026.
Namun menurut personil Aliansi Keke Utu Minahasa Utara, kesempatan ini bukan hanya kesempatan untuknya, tapi ia turut membawa kesempatan dari pemerintah dan seluruh masyarakat Minahasa Utara untuk memperkenalkan tanah Minahasa Utara bersama saya dalam kompetisi ini.
Dalam Tribun Podcast itu Abel merasa bersyukur dan excited, karena melalui keikutsertaannya Pemilihan di POI 2026 saya dapat bertemu dengan putri-putri luar biasa dari berbagai kabupaten di seluruh Indonesia.
"Saya belajar banyak hal baru selama 2 hari pra-karantina, baik itu mengenai APKASI, otonomi daerah, personal branding, bahkan saya turut mengenal sedikit budaya-budaya dari berbagai kabupaten yang diwakili ke-28 putri lainnya," tandasnya. (CRZ)