TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - PT ASDP Indonesia Ferry bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusulkan pengembangan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan tersebut diajukan kepada pemerintah pusat sebagai langkah mempercepat pengembangan pelabuhan sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan jangka panjang di jalur penyeberangan Jawa-Bali.
Usulan tersebut dibahas dalam audiensi antara jajaran manajemen ASDP dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/7/2026).
Pertemuan itu dihadiri Komisaris Utama ASDP Ahmad Baidhowi, Direktur Utama Heru Widodo, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Teknik Nana Sutisna, Corporate Secretary Windy Andale, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di antaranya Plt Kepala Bappeda Mohammad Yasin, Kepala Dinas Perhubungan Nyono, Kepala Dinas PU Bina Marga Edy Tambeng Widjaja, dan perwakilan Biro Perekonomian Setda Jatim.
Baca juga: Kemenhub Siapkan Jalur Khusus Logistik Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, KSOP dan ASDP: Belum Ada Arahan
Pelabuhan Ketapang dinilai memiliki peran strategis sebagai pintu utama penyeberangan Jawa-Bali. Selain menjadi simpul distribusi logistik nasional, pelabuhan ini juga mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata.
Melalui status PSN, proses pengembangan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas layanan, maupun penyusunan tata kelola kawasan yang lebih terintegrasi untuk jangka panjang.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem konektivitas yang terintegrasi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dermaga, pengaturan pola operasi kapal, penyediaan buffer area kendaraan, hingga manajemen lalu lintas di luar kawasan pelabuhan harus berjalan secara bersamaan agar mampu mengimbangi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Baca juga: Pelabuhan Ketapang Macet, 4 Pasien Puskesmas Gagal Dirujuk ke Rumah Sakit
"Pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan pada periode Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi pembelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak lagi dapat mengandalkan optimalisasi operasional semata," ujar Heru.
Ia menambahkan, Pelabuhan Ketapang membutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan yang mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang.
"Pendekatan inilah yang menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap dan terintegrasi," katanya.
ASDP telah menyiapkan rencana pengembangan hingga 2029. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pembangunan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional.
Peningkatan kapasitas dermaga juga mulai dilakukan secara bertahap sejak tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Rencana tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas kendaraan saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam beberapa tahun mendatang.
Heru mengatakan keberhasilan pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak dapat dilakukan oleh ASDP sendiri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dukungan pemerintah daerah dibutuhkan terutama dalam peningkatan infrastruktur penunjang, penataan kawasan, pengembangan buffer zone, hingga pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan.
"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan," ujar Heru.
Baca juga: Belum Teratasi, Ini 7 Penyebab Kemacetan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Khofifah Indar Parawansa menyatakan Pemprov Jatim mendukung penuh penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong agar proyek tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
"Kami sudah bertemu dengan ASDP dan sudah memiliki masterplan untuk pengembangan Pelabuhan Ketapang," kata Khofifah saat ditemui di Banyuwangi, Jumat (3/7/2026).