Xabi Alonso Kecewa Setelah Gagal Dapatkan Target Transfer dari Chelsea
Budi Santoso July 04, 2026 06:16 PM

Masa kepemimpinan Xabi Alonso di Chelsea masih sangat awal, namun ia sudah menghadapi pukulan pertama dalam masa jabatannya.

Chelsea mengambil langkah berani saat menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru, dengan memberikan kendali yang lebih besar terhadap kebijakan transfer klub kepadanya.

Mantan gelandang Liverpool itu telah memainkan peran penting dalam strategi perekrutan awal musim panas klub London Barat tersebut, yang baru-baru ini mendatangkan gelandang internasional Italia, Marco Palestra.

Sejak pengambilalihan klub oleh BlueCo pada tahun 2022, Chelsea telah berfokus hampir sepenuhnya pada perekrutan talenta muda paling menjanjikan di dunia sepak bola dengan kontrak jangka panjang yang sangat besar nilainya.

Namun, musim 2022-23 yang mengecewakan membuat para pemilik asal Amerika Serikat itu meninggalkan pendekatan awal mereka yang mengutamakan pemain mapan, dan beralih ke strategi mencari potensi masa depan di bursa transfer.

Penunjukan Alonso sebagai manajer — bukan hanya pelatih kepala — membuat kelompok investor yang dipimpin Todd Boehly memilih pendekatan yang lebih mandiri dalam membangun skuad mereka.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, The Blues menargetkan untuk mempertemukan kembali sang juara Piala Dunia itu dengan mantan anak asuhnya di Bayer Leverkusen, yaitu gelandang Sunderland, Granit Xhaka.

Xhaka memainkan peran vital ketika Alonso memimpin mantan klubnya meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah pada musim 2023-24, sekaligus tetap tak terkalahkan di liga maupun ajang DFB-Pokal.

Pemain internasional Swiss itu juga membawa dampak serupa saat kembali ke Premier League musim panas lalu, membantu Sunderland lolos ke kompetisi Liga Europa.

Namun, harapan Chelsea untuk membawa Xhaka kembali ke London — tempat ia menghabiskan tujuh tahun bersama Arsenal — pupus setelah tawaran awal sebesar £8 juta mereka ditolak oleh Sunderland.

Sunderland dikabarkan menganggap tawaran untuk pemain berusia 33 tahun yang masih terikat kontrak hingga musim panas 2028 itu sebagai bentuk ketidakhormatan dan langsung menghentikan negosiasi.

“Setelah melakukan pembicaraan, ia telah menegaskan komitmennya kepada Sunderland dan akan tetap di Stadion of Light, di mana ia dianggap sebagai sosok penting,” lapor The Athletic.

Meski Xhaka dikatakan cukup tertarik dengan peluang untuk kembali bekerja sama dengan Alonso, ia telah menegaskan kembali kesetiaannya pada klubnya saat ini di Stadion of Light.

Pelatih baru Chelsea itu kini harus menyusun ulang rencana transfernya untuk membentuk tim yang dapat meniru kesuksesan yang ia raih di BayArena dua tahun lalu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.