Kesaksian Penumpang Bus Sugeng Rahayu yang Tercebur di Sungai Baron Nganjuk, Sering Ngeblong
Rendy Nicko July 04, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Para penumpang bus Sugeng Rahayu memberikan kesaksian. 

Sepanjang perjalanan jantung penumpang dibuat berdebar. Saat kecelalaan terjadi rasanya seperti dikopyok. 

Seorang penumpang Nurul (32) bercerita, dia naik bus Sugeng Rahayu Nopol W 7571 UP dari Kota Surabaya. 

Nurul menumpangi bus bersama anak perempuannya, Queen (5). 

Baca juga: Bus Sugeng Rahayu Tercebur ke Sungai Imbas Kecelakaan, Warga Gotong Royong Selamatkan Korban

"Tujuan saya ke Kabupaten Madiun. Saya duduk tepat di belakang sopir bus. Anak saya, saya pangku," katanya saat ditemui Tribun Jatim Network di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk, Sabtu (4/7/2026).

Pengakuan Nurul, sopir bus Sugeng Rahayu angkuh saat berkendara. 

Sang sopir bus kerap menyalip kendaraan lain dari sisi kanan. 

"Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah. Tidak mau kalau ada kendaraan lewat di samping atau menyalipnya. Saya waswas," ujar Nurul. 

Nurul melanjutkan, di lokasi kejadian, Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Bus Sugeng Rahayu kembali beraksi.

Bus tersebut menyalip dari sisi kanan. Di lokasi tersebut kondisi jalanan tengah ramai kendaraan dan agak menikung. 

Dari arah berlawanan muncul truk bernopol S 9687 UR. 

"Bus tersebut berupaya menerobos dari arah kanan. Dari arah berlawanan ada truk. Karena tidak nutut bus banting ke kiri, lalu menabrak pembatas dan nyebur ke sungai. Penumpang langsung teriak-teriak," terangnya. 

Akibat kejadian itu, Nurul menderita luka lecet di beragam bagian tubuhnya. Sedangkan, sang anak selamat tanpa luka. 

"Saya cuma luka ringan, luka lecet. Anak saya aman," ucapnya. 

Penumpang lain, Totok (53) menjelaskan bus tersebut sempat bersenggolan dengan truk sebelum banting setir dan nyemplung ke sungai

Totok naik bus dari Surabaya, tujuannya Kabupaten Ngawi. Dia menumpangi bus bareng anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun dan sang istri. 

Totok dan keluarga duduk di kursi baris kedua dari belakang. 

"Rasanya di dalam bus kayak dikopyok atau diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus. Saya dan keluarga menderita luka," urainya. 

Saat ini kejadian kecelakaan ini sedang ditangani Satlantas Polres Nganjuk. Di lokasi petugas tengah melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Proses oleh TKP dan memintai keterangan saksi pun dilangsungkan. Sebagian tampak petugas mengatur arus lalu lintas. 

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.