TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Beredar video viral keluarga pasien asal Kota Baubau ‘mengamuk’ di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Bahteramas Kendari.
RSUD milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) tersebut berlokasi di Jl Kapten Piere Tendean, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, ibu kota Sultra.
Dalam salah satu video viral yang diterima TribunnewsSultra.com, Sabtu (04/07/2026), terlihat seorang pria marah-marah di depan loket RS yang dijaga seorang petugas loket wanita.
“...saya sudah emosi memang, kita sudah pulang balik. Sudah berapa kali. Apa karena pasien BPJS,” kata sang pria sembari menunjukkan secarik kertas.
Sang petugas di dalam loket tidak bisa berbuat banyak, hanya berupaya menenangkan sang pria.
“Pelan-pelan saja pak. Tunggu dulu pak,” jelasnya.
Tidak mendapatkan jawaban memuaskan, sang pria kembali menimpali dengan suara tinggi.
Baca juga: Dokter dan Pasien Rayakan Hari Ginjal Sedunia di Ruang Hemodialisa RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara
“Sudah jelaskan saya, dokternya sudah bilang tidak mau tangani ini. Ibu yang keluarkan rekomendasi, dokternya tidak mau tangani. Apa alasanmu,” ujarnya.
Diapun melemparkan lembaran kertas yang dipegangnya, namun petugas lainnya tampak kembali melemparkan kertas itu.
Amuk sang pria pun tak tertahankan, dia kembali melemparkan kertas itu disusul amplop cokelat ke dalam loket.
“Kami jauh-jauh dari Baubau kesini, harapan supaya bagus dilayani ternyata lebih parah. Kita ini BPJS Kelas 1,” kesal sang pria sembari berkeliling ruangan.
Diapun menggebrak pintu, masuk dan mencari petugas rumah sakit hingga dokter dari ruangan ke ruangan.
Dalam video viral lainnya, sang pria kembali berhadapan dengan petugas rumah sakit yang berada di balik meja.
Adu argumen pun silih berganti antara keluarga pasien dan sang petugas diduga petugas medis RS.
Sang petugas mengaku pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sang calon pasien.
“Sudah tidak usah perbanyak alasan, perjelas saja apa alasannya bapak sudah bilang tidak mau tangani,” timpal sang pria.
Setelah mendapatkan jawaban dari petugas bahwa pasien belum bisa dilayani dengan alasan klinis, sang pria pun meninggalkannya.
Sosok pria paruh baya dalam video viral tersebut berinisial H, kerabat dari pasien berinisial AN.
Sementara kejadian dalam video yang viral tersebut terjadi di RS Bahteramas Kendari, pada Sabtu, 4 Juli 2026, pagi.
AN sebelumnya berobat ke Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, dari Kota Baubau di Pulau Buton.
Anak H, AS, membeberkan, kronologi dalam video viral yang memicu kemarahan sang ayah.
Awalnya pada 20 Juni 2025, AN yang mengeluhkan sakit mendatangi Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat 1.
Faskes RS Bhayangkara kemudian merujuk AN untuk pengobatan lebih lanjut ke RS Bahteramas Kendari.
Mereka pun datang ke RSUD provinsi tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
“Datang tanggal 22, 23, 24, tapi dokter spesialis bedah mulut tidak ada,” kata AS kepada wartawan TribunnewsSultra.com.
Mereka pun kembali datang pada 26 Juni 2024, dan pemeriksaan berlanjut dilakukan pada Jumat, 3 Juni 2026.
“Pemeriksaan lanjut tanggal 3 dengan keluhan pasien sakit terus menerus. Foto, hasil kemudian tanggal 4 datang lagi dan dijanjikan tanggal 14,” jelasnya.
“Tidak ditahu pasien mau ditindaklanjuti. Ternyata pasien dengan keluhan pasien seperti itu tidak diakomodasi dengan pelayanan BPJS,” lanjutnya.
(*)
(TribunnewsSultra.com)