Akhirnya Terungkap Dugaan Penyebab Truk Tronton Tabrak 3 Mobil dan 2 Motor di Bitung Sulut
Indry Panigoro July 04, 2026 03:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Benang merah dugaan penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tronton pengangkut peti kemas di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara, mulai terlihat.

Lokasi kecelakaan ini berada di salah satu jalan ramai di Kota Bitung, sekitar 43 kilometer dari Kota Manado. 

Tempat kejadian perkara (TKP) dapat ditempuh melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam hingga 1 jam 15 menit dari pusat Kota Manado, tergantung kondisi lalu lintas.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara serta keterangan yang dikumpulkan penyidik mengarah pada dugaan adanya gangguan pada sistem pengereman atau rem blong.

Kondisi tersebut diduga membuat truk kehilangan kendali hingga menabrak tiga mobil, dua sepeda motor, dan menghancurkan sebuah pangkalan ojek pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.

Meski demikian, Satlantas Polres Bitung belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, meneliti kondisi teknis kendaraan, serta mengumpulkan alat bukti untuk memastikan faktor utama yang memicu tabrakan beruntun itu.

Kronologi kejadian

Kecelakaan bermula saat sebuah truk Mitsubishi Fuso tronton warna orange dengan nomor polisi DB 8263 QC bergerak dari arah Girian menuju pusat Kota Bitung.

Truk yang mengangkut peti kemas Spil warna hijau tersebut dikemudikan oleh seorang pria bernama Muhamad Agus Udaili.

Saat melintasi lokasi kejadian, truk berbadan besar tersebut tiba-tiba kehilangan kendali karena diduga mengalami masalah pada sistem pengereman.

Kendaraan kemudian bergerak liar ke sisi kiri jalan dan langsung menghantam sepeda motor Yamaha NMAX (DB 5298 VM) yang dikendarai oleh Novita Panto bersama dua penumpangnya, Erna Lahamutu dan seorang anak berinisial AA.

Tak berhenti di situ, truk terus melaju dan menabrak mobil dinas Asisten 2 Pemkot Bitung Jhon Maichel Sondakh, yakni Toyota Innova hitam berplat merah DB 11 C.

Benturan beruntun pun tak terhindarkan, truk ikut menghantam Toyota Xpander putih (DB 1501 VB) hingga kaca belakangnya pecah total, serta sebuah truk trailer Isuzu Giga putih. Ketiga mobil tersebut dilaporkan mengalami ringsek parah di bagian samping kanan.

Truk tronton baru berhenti setelah menghancurkan pangkalan ojek dan merusak satu motor Yamaha NMAX tanpa plat yang sedang terparkir di sana.

Pasca-kejadian, empat orang korban yang terdiri dari dua perempuan dewasa, satu laki-laki dewasa, dan satu anak-anak langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Manembo-nembo (RSMN) Bitung untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan perkembangan terbaru pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 11.15 Wita, salah satu korban perempuan dewasa bernama Erna Lahamutu terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit lain guna penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, tiga korban lainnya sudah diperbolehkan melakukan rawat jalan setelah diobservasi oleh tim medis dan dinyatakan tidak memiliki keluhan tambahan.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung langsung bergerak cepat ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga untuk mengamankan TKP, mengurai kemacetan, serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden besar ini, meski kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

"Tidak terdapat korban meninggal dunia. Sementara itu, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta," kata Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Nattip Anggai.

Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Dwi Dea Anggraini menegaskan bahwa seluruh proses penanganan kecelakaan ini berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan memprioritaskan keselamatan publik.

"Begitu menerima laporan, personel Satlantas Polres Bitung langsung bergerak ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban, mengamankan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan, serta melakukan olah TKP secara menyeluruh. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami dalam setiap penanganan kecelakaan lalu lintas," kata AKP Dwi Dea Anggraini.

Pihak kepolisian juga mengimbau agar para pengendara selalu mengecek kondisi fisik kendaraan secara berkala sebelum bepergian.

"Kami mengedepankan proses penyelidikan yang objektif, profesional, dan akuntabel agar seluruh fakta dapat terungkap secara jelas. Kami juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, dalam keadaan baik sebelum digunakan serta senantiasa berkendara dengan penuh konsentrasi dan mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama," kata dia.

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.

1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.

2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.

3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.

4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.

5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.

6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.

7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.

8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.

9. Jangan lawan arus.

10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri. (TribunManado.co.id/Crz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.