TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memiliki sejumlah destinasi wisata yang dikelola langsung sebagai aset daerah.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah objek wisata tersebut mulai berbenah melalui revitalisasi fasilitas dan penataan kawasan sehingga kembali menarik minat masyarakat.
Bahkan, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara di Kota Manado kini menjelma menjadi destinasi favorit, terutama di kalangan generasi muda.
Berikut empat tempat wisata yang dikelola Pemprov Sulut:
1. Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara
Museum Negeri Sulut menjadi destinasi yang paling banyak menyita perhatian masyarakat setelah selesai direvitalisasi dan diresmikan pada 22 Mei 2026.
Kini museum tampil dengan wajah baru melalui konsep yang lebih modern, menghadirkan ruang sinema 3D interaktif, penyajian sejarah berbasis storytelling, ribuan koleksi artefak dari budaya Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Nusa Utara, hingga berbagai spot foto yang menarik
Saat musim liburan sekolah, jumlah kunjungan mencapai lebih dari 100 orang setiap hari, didominasi pelajar, mahasiswa, hingga keluarga.
2. Pemandian Air Panas Sumaru Endo
Destinasi yang berada di Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa ini kembali dibuka untuk masyarakat sejak 23 Januari 2026 setelah menjalani renovasi fasilitas
Sumaru Endo menawarkan kolam air panas alami untuk anak-anak maupun orang dewasa dengan konsep yang lebih bersih dan nyaman.
Keunggulan lainnya adalah panorama Danau Tondano yang dapat dinikmati langsung dari kawasan pemandian.
Objek wisata ini melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA.
Gubernur YSK menegaskan bahwa Sumaru Endo memiliki potensi menjadi destinasi wisata kesehatan (health tourism) berkelas dunia berkat perpaduan sumber air panas alami, panorama Danau Tondano, dan udara pegunungan yang sejuk.
Ia optimistis destinasi tersebut dapat menjadi kebanggaan baru Sulawesi Utara setelah direvitalisasi.
3. Bukit Kasih Kanonang
Bukit Kasih di Kabupaten Minahasa juga menjadi salah satu aset wisata milik Pemprov Sulut yang saat ini sedang direvitalisasi.
Perbaikan difokuskan pada sarana dan prasarana untuk menghidupkan kembali kawasan wisata religi yang selama ini dikenal sebagai simbol kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara.
Bukit Kasih memiliki lima rumah ibadah yang berdiri di kawasan puncak bukit dan dihubungkan oleh ribuan anak tangga. Selain itu, terdapat pula sumber air belerang alami yang menjadi daya tarik wisatawan.
4. Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang
Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Tumpa H.V. Worang di Kota Manado juga berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Kehutanan Daerah.
Kawasan ini menjadi salah satu lokasi favorit menikmati panorama Teluk Manado, Pulau Bunaken, hingga Pulau Manado Tua dari ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut.
Selain sebagai destinasi wisata alam, Tahura Gunung Tumpa juga sering dimanfaatkan sebagai lokasi olahraga paralayang dan aktivitas wisata berbasis alam.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), Pemprov Sulut terus melakukan pembenahan terhadap aset-aset wisata daerah sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, mendorong kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
YSK menegaskan pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi.
Menurutnya, pembenahan destinasi wisata daerah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Upaya tersebut didukung dengan penguatan konektivitas penerbangan agar semakin banyak wisatawan datang ke Sulut," jelasnya.
(TribunManado.co.id/Ren/Adv)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK