SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ayah korban kebakaran rumah di Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Ardian Rusli, meminta kejelasan atas penyebab kebakaran yang merenggut nyawa putra bungsunya, MGA (2) alias G.
Meski mengaku telah mengikhlaskan kepergian sang buah hati, Ardian mengatakan masih ada sejumlah kejanggalan yang menurutnya perlu diungkap dalam penyelidikan kebakaran tersebut.
Salah satu hal yang paling mengganjal di benaknya ialah hilangnya sepeda motor yang sebelumnya diparkir di dalam rumah.
Hingga rumah ludes terbakar, bangkai kendaraan tersebut disebutnya tidak pernah ditemukan.
"Peristiwa ini benar-benar di luar nalar saya. Tapi saya sudah ikhlas karena semua sudah menjadi ketentuan Allah. Meski begitu, masih ada kejanggalan di hati saya karena motor saya tidak ada di tempat. Saya berharap semua ini bisa terungkap dengan jelas," kata Ardian kepada Sripoku.com.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu mengakibatkan tiga anak menjadi korban. Seluruh korban sempat dievakuasi warga dan dilarikan ke rumah sakit.
Namun, balita MGA (2) akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Mohammad Hoesin pada Kamis (25/6/2026) malam.
Sementara satu saudaranya masih menjalani perawatan akibat luka bakar, sedangkan satu anak lainnya telah diperbolehkan pulang.
Ardian mengaku hingga kini masih sulit memahami bagaimana api bisa dengan cepat membesar.
Sebab, sebelum meninggalkan rumah bersama istrinya untuk membeli perlengkapan sekolah, mereka telah memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.
"Sebelumnya kami ingin membeli perlengkapan sekolah. Sebelum pergi, kami sudah cek semua kondisi rumah, mulai dari kompor gas, listrik, semua sudah diperiksa. Setelah dirasa aman, kami kemudian pergi ke Pasar 16," ujarnya.
Menurut Ardian, sekitar 20 menit setelah berangkat, ia menerima telepon yang mengabarkan rumahnya terbakar dan api sudah membesar.
"Belum sampai di Pasar 16, baru jalan sekitar 20 menit, ada yang menelepon bahwa rumah kami kebakaran dan api sudah besar. Setelah itu kami langsung menuju rumah," katanya.
Di sepanjang perjalanan pulang, Ardian mengaku hanya memikirkan keselamatan ketiga anaknya yang saat itu berada di rumah.
Namun sebelum tiba di lokasi kebakaran, ia mendapat kabar bahwa anak-anaknya telah berhasil dievakuasi warga dan dibawa ke Klinik Opina.
"Sebelum sampai di rumah, kami dicegat seseorang dan diberi tahu kalau anak-anak kami sudah berada di Klinik Opina. Akhirnya kami langsung ke klinik untuk melihat kondisi mereka dan tidak sempat ke rumah," ungkapnya.
Baca juga: Kondisi Terkini 3 Bocah yang Jadi Korban Kebakaran Rumah di Gandus Palembang, Polisi Sebut Ini
Ardian mengatakan dirinya masih tidak percaya api bisa membesar hanya dalam hitungan menit setelah rumah ditinggalkan.
"Pikiran saya blank, kacau. Karena rumah sudah kami cek semua, rasanya tidak mungkin api langsung sebesar itu dalam hitungan menit," katanya.
Selain itu, ia juga mengaku heran karena sepeda motor yang diparkir di dalam rumah tidak ditemukan setelah kebakaran.
"Yang membuat saya merasa janggal, motor yang diparkir di dalam rumah justru hilang. Bangkainya pun tidak ditemukan. Itu yang masih menjadi tanda tanya bagi saya," ujarnya.
Saat akhirnya melihat kondisi rumah, Ardian mengatakan bangunan tersebut telah hangus terbakar.
"Kondisinya sudah ludes terbakar. Habis semuanya. Sampai sekarang bangkai motor juga tidak ada," tuturnya.
Di balik duka mendalam atas kepergian putra bungsunya, Ardian mengaku berusaha menerima musibah tersebut sebagai takdir dari Allah SWT.
Ia mengaku tak mampu menggambarkan kesedihannya, terlebih karena anak bungsunya memiliki kedekatan yang sangat erat dengannya.
"Tidak bisa berkata-kata, pilu sekali. Sebagai orangtua saya tidak tahu harus mengatakan apa. Apalagi anak yang bungsu sangat dekat dengan saya. Mandi selalu sama saya," ucapnya.
Meski demikian, Ardian berharap penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran sehingga seluruh tanda tanya yang masih ada di benaknya bisa terjawab.
"Saya berharap semua ini bisa terungkap dengan jelas," katanya.
Ardian juga mengajak para orangtua untuk lebih mengutamakan keselamatan anak-anak dibandingkan harta benda agar musibah serupa tidak kembali terulang.
"Cukuplah musibah ini terjadi pada keluarga kami saja. Semoga semua orangtua lebih fokus menjaga anak-anaknya. Ingat, anak jauh lebih berharga daripada harta," pungkasnya.