Petisi bertajuk "Cancel Sarwendah Dari Media Sosial" ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.
Seiring dengan munculnya petisi tersebut, sejumlah merek yang bekerja sama dengan Sarwendah turut menjadi perhatian warganet.
Sebagian pengguna media sosial bahkan mendesak sejumlah perusahaan untuk mengevaluasi kerja sama mereka dengan Sarwendah.
Menurut mereka, polemik yang berkembang berpotensi memengaruhi citra merek yang bersangkutan.
Petisi tersebut pun dengan cepat menarik perhatian publik.
Hingga kini, jumlah penandatangan petisi disebut telah mencapai lebih dari 21 ribu orang yang terverifikasi.
Bahkan, lebih dari 4.000 tanda tangan tercatat masuk hanya dalam kurun waktu satu hari.
Pembuat petisi menyatakan gerakan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap para pegiat media sosial yang berkaitan dengan langkah hukum yang ditempuh Sarwendah.
"Gerakan ini adalah bentuk dukungan untuk perlindungan hukum bagi teman-teman pegiat media sosial terkait laporan Sarwendah," tulis pembuat petisi.
Dalam keterangannya, mereka mengaku khawatir pelaporan terhadap sejumlah konten di media sosial dapat berdampak pada ruang berekspresi para kreator konten.
Kemunculan petisi tersebut memicu beragam tanggapan di kalangan warganet.
Diketahui, polemik ini bermula setelah potongan siaran langsung Sarwendah yang membahas kehidupan pribadinya pasca-bercerai dengan Ruben Onsu ramai beredar di media sosial.
Video tersebut menuai beragam respons karena dinilai sebagian warganet terlalu terbuka dalam membahas persoalan pribadi di ruang publik.
Di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang menyampaikan simpati kepada Sarwendah dan menilai polemik tersebut telah berkembang terlalu jauh.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Sarwendah mengenai kemunculan petisi tersebut.
(*)
# Boikot # Sarwendah # Tanda Tangan # Warganet # Evaluasi # Kerja Sama #