Cristian Romero mencetak gol penentu di perpanjangan waktu, sementara Lionel Messi turut menyumbang satu gol, namun Argentina benar-benar dibuat ketar-ketir oleh Tanjung Verde dalam kemenangan 3-2 yang tidak nyaman untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Argentina dua kali kehilangan keunggulan, dan baru bisa memastikan kemenangan di perpanjangan waktu melawan tim Tanjung Verde yang sejatinya pantas mendapatkan lebih.
Tanjung Verde tampil mengancam sejak awal. Mereka menunjukkan permainan terbuka dan sudah menguji Emiliano Martinez dalam 10 menit pertama. Namun, Argentina perlahan menemukan ritmenya. Kali ini, mereka bukan tim dengan serangan eksplosif, melainkan tim yang bermain sabar, menguasai bola, dan menyerang pada waktu yang tepat.
Dan serangan itu akhirnya datang. Sebuah umpan panjang menjadi pembeda. Lisandro Martinez mengirim bola melambung ke belakang lini pertahanan lawan. Messi menuntaskannya dengan brilian, mengontrol bola dengan lembut sebelum menyontek masuk ke gawang. Argentina mendapat beberapa peluang tambahan. Enzo Fernandez dua kali digagalkan dengan cerdik, sementara Messi terus menebar ancaman. Namun keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Keunggulan itu tak cukup. Tanjung Verde tidak menyerah, malah terus menyerang. Argentina kehilangan konsentrasi dan kebobolan gol penyama yang pantas. Enzo Fernandez gagal menjaga pergerakan Deroy Duarte, yang kemudian berbalik dan melepaskan tembakan keras ke pojok bawah gawang.
Setelah itu, permainan menjadi kacau. Argentina, yang biasanya tenang, mulai gugup. Umpan-umpan menjadi tergesa-gesa dan kesalahan mulai muncul. Vozinha, kiper yang menjadi pahlawan Tanjung Verde saat bermain imbang melawan Spanyol, tampil gemilang lagi. Ia dua kali menggagalkan usaha Messi — pertama dari situasi satu lawan satu, lalu dari tendangan bebas di masa tambahan babak kedua.
Perpanjangan waktu dimulai dengan baik bagi Argentina. Lisandro Martinez menenangkan timnya lewat gol indah ke atap gawang. Namun Tanjung Verde kembali membalas. Sidny Lopes Cabral memotong ke arah kanan dan melepaskan tembakan melengkung luar biasa ke sudut atas dari posisi sulit untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tapi La Albiceleste lebih efektif. Messi mengeksekusi sepak pojok yang sempurna ke arah kepala Romero, dan sang bek menanduk masuk hanya beberapa menit sebelum laga usai. Tekanan akhir dari Tanjung Verde akhirnya berhasil diredam. Argentina, peringkat satu dunia, hampir saja dipermalukan oleh tim peringkat 67. Tapi mereka bertahan. Dan mimpi Piala Dunia masih hidup.
Berikut penilaian pemain Argentina versi GOAL dari Stadion Miami...
Kiper & Pertahanan
Emiliano Martinez (7/10):
Tidak bisa berbuat banyak terhadap dua gol Tanjung Verde. Selain itu, melakukan beberapa penyelamatan penting.
Nahuel Molina (6/10):
Menjaga lebar permainan, mengalirkan bola ke depan, dan menjaga sisi kanan tetap aman.
Cristian Romero (8/10):
Tampil kokoh seperti biasa — meski terkadang terlalu keras — dan mencetak gol kemenangan.
Lisandro Martinez (7/10):
Penampilannya naik turun. Memberikan umpan indah untuk gol Messi, tapi gagal menutup ruang pada gol penyama Tanjung Verde. Namun kemudian mencetak gol spektakuler di perpanjangan waktu.
Facundo Medina (6/10):
Bermain cukup solid di sisi kiri sebelum ditarik keluar karena cedera. Tidak menonjol, tapi juga tidak membuat kesalahan berarti.
Gelandang
Alexis Mac Allister (5/10):
Beberapa kali kewalahan di dasar lini tengah. Mengalirkan bola dengan baik, namun membutuhkan partner tambahan untuk membantu transisi.
Enzo Fernandez (4/10):
Pertahanan yang buruk saat membiarkan Duarte lolos dan mencetak gol. Melewatkan beberapa peluang dan terlihat lamban. Penampilan mengecewakan.
Rodrigo De Paul (6/10):
Disiplin di sisi kanan tengah. Menang dalam beberapa duel penting. Mungkin lebih efektif jika bermain di posisi yang lebih sentral.
Thiago Almada (5/10):
Menciptakan satu peluang, namun tidak banyak memberikan ancaman ke depan.
Penyerang
Lionel Messi (8/10):
Tidak terlalu dominan, namun mencetak gol indah dan memberikan assist untuk gol ketiga. Berpengaruh meski tidak tampil luar biasa.
Lautaro Martínez (5/10):
Beberapa kombinasi permainan yang baik, tetapi tidak pernah benar-benar mendapat peluang bersih.
Pemain Pengganti & Pelatih
Nico Gonzalez (7/10):
Memberikan ancaman nyata dari sisi kiri dan menambah daya serang seiring berjalannya waktu.
Julian Alvarez (6/10):
Bekerja keras dan berkontribusi dalam pertahanan.
Leandro Paredes (5/10):
Dimasukkan untuk menambah kendali di lini tengah, tapi gagal memberikan pengaruh signifikan.
Nico Tagliafico (6/10):
Bertahan dengan solid di posisi bek kiri.
Gonzalo Montiel (N/A):
Mendapat kartu kuning yang tidak perlu dan tidak banyak berkontribusi.
Lionel Scaloni (7/10):
Sulit mengatakan seberapa besar jasanya di laga ini. Menurunkan tim seperti biasanya, namun hasil akhirnya tetap positif. Mimpi Piala Dunia terus berlanjut.