JUARA.NET - Murid Marcus Fernaldi Gideon, Joseph Marcellino Kyta dan Joven Farandi, mendapat pelajaran berharga setelah terhenti di perempat final Kejuaraan Asia Junior 2026.
Joseph dan Joven menjalani debut di kategori individu Kejuaraan Asia Junior 2026.
Pasangan yang binaan Gideon Badminton Academy itu langsung bisa menembus babak perempat final.
Perjalanan Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi tidak berjalan mudah.
Pada babak awal, mereka langsung dipertemukan dengan pasangan tuan rumah, Haru Masuda/Shogo Miyashita.
Joseph/Joven harus bermain rubber game yang berkesudahan 21-18, 13-21, 22-20.
Pada babak 32 besar, giliran Njoto Michaelangelo/Yu Zhirui Jerry (Hong Kong) yang juga memaksa mereka bermain tiga gim dengan skor 23-21, 18-21, 21-17.
Kepercayaan diri Joseph dan Joven pun meningkat ketika dihadapkan unggulan keempat dari Malaysia, Damien Ling/Irfan M Shazmir, pada babak 16 besar.
Lagi-lagi Joseph/Joven harus bermain tiga gim dengan 16-21, 21-16, 21-19.
Sayangnya, perjuangan Joseph/Joven harus terhenti di tangan ganda putra China, Xin Ze Lyu/Qi Rui Sun.
Mereka kalah dua gim langsung, 14-21, 17-21 pada babak perempat final yang berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Yatsushiro, Jepang, Jumat (3/7/2026).
Meski gugur, Joseph tetap menerima hasil dengan lapang dada.
Apalagi pertandingan melawan duo China berjalan dengan tidak mudah.
Mereka terus menekan hampir sepanjang permainan.
Kekalahan itu memberi pelajaran berharga bagi Joseph untuk menyambut turnamen internasional berikutnya.
"Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera," kata Joseph dikutip Juara.net dari Djarum Badminton.
"Pertandingan bisa dibilang kami tertekan dan sulit untuk keluar dari tekanan."
"Di game pertama kami kurang siap sehingga tertekan duluan."
"Di game kedua kami di posisi kalah angin, sempat merubah pola, namun akhirnya kembali tertekan."
"Pertama kali main AJC dan bisa sampai babak 8 besar ini ada rasa senangnya juga karena bertemu lawan-lawan dari negara lain."
"Ini akan menjadi gambaran kami ke depannya dan masih banyak yang harus kami perbaiki," paparnya.
Begitu pula dengan Joven yang ingin meningkatkan permainannya supaya bisa bersaing di level tertinggi suatu saat nanti.
"Keunggulan lawan dari segi no lob panjangnya, saya belum bisa membalikkan tekanan lawan," ucap Joven.
"Saya harus perbaiki dan latihan lebih giat lagi."
"Ke depannya kami harus lebih siap lagi dari permainan dan strateginya," pungkasnya.
Indonesia hanya menyisakan satu wakil pada di Kejuaraan Asia Junior 2026 kategori individu.
Tunggal putra Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, menjadi harapan terakhir.
Joe kembali melawan wakil China, Hong Tian Yue, pada babak final.