Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sektor ekonomi kreatif menjadi tumpuan ekonomi baru Jakarta, selain sektor perdagangan dan jasa.

"Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global,” kata Pramono di Jakarta, Sabtu.

Dia pun menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat transformasi Jakarta menuju jajaran 50 kota global pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, kata dia, pembangunan ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga diperkuat melalui ekonomi kreatif, sektor sports and lifestyle (olahraga dan gaya hidup), serta industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).

“Pemprov DKI Jakarta terus memberikan dukungan agar seluruh potensi tersebut berkembang secara optimal," ujar Pramono.

Lebih lanjut, Pram, sapaan akrabnya, mengungkapkan capaian ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Selain itu, Jakarta juga menyumbang sekitar 38 persen transaksi QRIS nasional dan didukung oleh 422.261 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Data tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat," tegas Pram.

Untuk itu, dia memastikan Pemprov DKI terus mendorong inovasi dan digitalisasi agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Di samping itu, dia menuturkan Pemprov DKI juga berupaya memperkuat daya saing UMKM lewat program JakPreneur melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, perluasan pasar, dan digitalisasi.

Pihaknya ingin memastikan setiap pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM Jakarta diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," imbuh Pram.