Sulit Dapatkan Solar, Petani Merauke Minta SPBU Khusus ke Mentan Amran 
Seno Tri Sulistiyono July 04, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, MERAUKE - Pemerintah terus berupaya mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani untuk mendukung percepatan produksi pangan nasional.

Di tengah masifnya pengembangan lahan pertanian, khususnya di Papua Selatan yang menjadi salah satu kawasan strategis peningkatan produksi beras, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian menjadi salah satu kebutuhan utama yang mulai mendapat sorotan.

Keluhan tersebut mencuat saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. 

Baca juga: Amran Gelontorkan Bantuan Pertanian Rp1,3 Triliun ke Papua Selatan untuk Cetak Sawah 100.000 Hektare

Dalam pertemuan itu, petani mengeluhkan sulitnya memperoleh solar dan berharap tersedia SPBU khusus untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian.

"Kami minat POM solar buat petani. POM bensin solar buat petani, SPBU. Karena solar di sini susah sekali," ujar petani Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Selfius Gebze dalam diskusi dengan Mentan Amran di acara Gerakan Tanam Padi Bersama Pada Lahan Cetak Sawah Rakyat Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung menanyakan penyebab sulitnya pasokan solar kepada perwakilan Pertamina yang hadir.

Akan tetapi, dalam acara tersebut tidak ada perwakilan Pertamina yang berada di lokasi. Tak lama kemudian, ia langsung menghubungi jajaran Pertamina melalui sambungan telepon untuk meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.

Dalam percakapan itu, Amran meminta jajarannya segera berkoordinasi agar kuota solar untuk wilayah Merauke dapat ditambah.

"Nanti Pak Dirjen langsung koordinasi laporkan sebentar. Sampaikan ini mumpung lagi bersemangat saudara kita. Tapi saya bahagia karena bapak kesulitan solar, artinya bapak ini mau kerja keras. Kalau dulu dikirim solar tidak dipakai, sekarang kekurangan solar saya bangga dengan kekurangan itu berarti bapak mau kerja keras," ujar Amran.

Usai kegiatan, Amran memastikan persoalan tersebut telah langsung dikoordinasikan dengan Pertamina. Menurutnya, penambahan kuota solar telah disetujui sehingga kebutuhan BBM petani diharapkan segera terpenuhi.

Koordinasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, dan Pertamina berjalan baik sehingga berbagai persoalan yang menghambat aktivitas pertanian dapat segera diselesaikan, termasuk pemenuhan kebutuhan BBM bagi petani di Merauke.

"Kami langsung sudah telepon tadi, justru kekurangan solar, minta tambah solar. Dan kami bahagia karena kekurangan solar, artinya kerja keras kan? Nah kami telepon langsung Pertamina, mereka sudah setuju untuk menambah kuotanya. Jadi tidak ada masalah, koordinasi kami dengan Menteri ESDM Pak Bahlil, Dirut Pertamina sangat baik," jelas Amran.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.