Kronologi Kecelakaan Maut Tewaskan 9 Biksu di Thailand: Pelaku Bocah 11 Tahun Berkebutuhan Khusus
Nanda Lusiana Saputri July 04, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan maut menimpa sejumlah biksu Buddha di di Provinsi Mukdahan, timur laut Thailand.

Dalam kecelakaan maut tersebut sembilan biksu Buddha tewas, sementara sejumlah lainnya terluka setelah ditabrak sebuah truk pikap yang dikendarai bocah laki-laki berusia 11 tahun.

Menurut kepolisian, rombongan yang terdiri dari 35 biksu dan lima pengikutnya sedang berjalan di sepanjang jalan dalam rangka ziarah saat kecelakaan terjadi.

Lima biksu tewas di lokasi kejadian, sementara empat lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan jubah biksu berwarna kunyit dan barang-barang milik para biksu berserakan di pinggir jalan.

Kendaraan yang menabrak mereka juga terlihat mengalami kerusakan parah.

Polisi mengungkapkan, bocah tersebut mengambil kendaraan milik orang tuanya tanpa izin sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menabrak rombongan biksu.

Pelaku Bocah Berkebutuhan Khusus

Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa mengatakan pihaknya masih menentukan langkah hukum yang akan diambil terkait kasus tersebut, mengutip BBC, Sabtu (4/7/2026).

“Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan telah dibawa untuk pemeriksaan forensik guna menentukan penyebab kejadian,” ujar Pairoj.

Dalam keterangan lanjutan kepada BBC Thai, Pairoj mengatakan bocah itu kini masih dalam pengawasan tim pejabat, termasuk wali dan dokter.

Ia menambahkan, informasi awal menunjukkan anak tersebut merupakan anak berkebutuhan khusus, meski belum ada rincian lebih lanjut yang dapat disampaikan.

Rumah Sakit Mukdahan juga telah mengeluarkan permintaan donor darah darurat untuk membantu para korban yang terluka.

Otoritas kesehatan menyebut tiga biksu masih berada dalam kondisi kritis, sedikitnya lima lainnya mengalami luka berat, sementara beberapa korban lain menderita luka ringan.

Kronologi

Salah satu biksu yang selamat, Phra Sompong, menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengaku sedang melafalkan mantra meditasi “Buddo, Buddho” saat melihat kendaraan mendekat.

“Saya melihat seorang anak laki-laki mengendarai truk pikap mendekat, lalu tiba-tiba truk itu melaju dengan kecepatan penuh dan menabrak kami,” katanya dalam video yang diunggah petugas penyelamat setempat.

Ia menambahkan,  dirinya bersama beberapa biksu lain berhasil melompat ke pinggir jalan tepat waktu.

“Untungnya saya dan biksu lain berhasil menghindar. Tiga biksu terdepan selamat, tetapi mereka yang tertabrak terpental ke udara,” ujarnya.

Di Thailand, para biksu Buddha sangat dihormati karena dianggap memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan ajaran Buddha.

Prosesi berjalan kaki seperti ziarah ini juga merupakan pemandangan yang cukup umum, dengan masyarakat sering memberikan makanan dan kebutuhan dasar sebagai bentuk penghormatan.

Penyelidikan Awal

Sementara itu penyelidikan awal polisi juga menemukan saat kejadian tidak ada orang dewasa di rumah selain bocah tersebut. 

Anak itu diketahui tidak masuk sekolah karena sedang sakit. 

Ketika pengasuhnya menyadari kendaraan hilang, mereka segera melapor kepada polisi.

Gubernur Provinsi Mukdahan, Worayan Bunnarat, menilai tragedi ini harus menjadi peringatan penting terkait keselamatan berkendara di Thailand.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran, bukan hanya bagi provinsi kami, tetapi juga masyarakat secara umum dalam mencegah kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Ia menekankan peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting untuk mencegah tragedi serupa.

“Semua pihak yang terlibat, terutama orang tua, perlu lebih waspada, karena tidak ada yang ingin kejadian seperti ini terulang.”

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.