Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Hitung mundur pembukaan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jombang mulai berjalan.
Menjelang tahun ajaran baru yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memastikan seluruh persiapan memasuki tahap akhir, mulai dari penyelesaian gedung hingga kesiapan peserta didik.
Gedung permanen Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, hampir rampung dibangun dan ditargetkan selesai sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Sementara itu, seluruh kuota siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA telah terpenuhi.
Para siswa juga dijadwalkan mulai menempati gedung baru pada 10 Juli 2026 atau empat hari sebelum pembelajaran resmi dimulai. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses adaptasi berjalan lebih awal sebelum aktivitas belajar dimulai secara penuh.
Baca juga: Gudang Rumah Warga Megaluh Jombang Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Magic Com
Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa sebanyak 270 peserta didik baru telah dinyatakan lolos dan siap mengikuti program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027.
Seluruh siswa tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 yang menjadi prioritas penerima manfaat program pendidikan berbasis pemerataan akses tersebut.
"Kami optimistis seluruh persiapan selesai tepat waktu sehingga kegiatan belajar dapat dimulai sesuai jadwal," ucap Warsubi, Sabtu (4/7/2026).
Ia menjelaskan, masing-masing jenjang pendidikan memiliki tiga rombongan belajar dengan total kapasitas 90 siswa per jenjang, sehingga seluruh kuota dapat terakomodasi secara merata.
Warsubi menambahkan, Jombang menjadi salah satu daerah yang memiliki penyelenggaraan Sekolah Rakyat paling lengkap karena menyediakan layanan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA dalam satu kawasan.
Hal ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial karena seluruh kuota peserta didik berhasil dipenuhi tanpa sisa.
Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 91 persen dan ditargetkan selesai tepat waktu sebelum digunakan oleh para siswa.
Selain kesiapan infrastruktur dan siswa, Pemkab Jombang juga masih berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait pemenuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tambahan.
Pemerintah daerah memastikan seluruh kebutuhan operasional sekolah akan dipenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar resmi dimulai.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah meminta pemerintah daerah membentuk tim transisi untuk mengawal proses perpindahan siswa dari SKB Mojoagung ke gedung baru di Desa Tunggorono.
Tim ini akan memastikan proses pemindahan berjalan tertib, terstruktur, serta memiliki dasar administrasi dan hukum yang jelas.
"Tim tersebut akan bertugas memastikan proses perpindahan berjalan tertib sekaligus memiliki dasar administrasi dan hukum yang jelas sebelum tahun ajaran baru dimulai," katanya.
Selain persiapan pemindahan, sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat angkatan pertama yang saat ini belajar di SKB Mojoagung dipastikan naik kelas setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik.
Mereka nantinya akan melanjutkan pembelajaran di gedung baru bersama peserta didik angkatan 2026.
Program Sekolah Rakyat di Jombang sendiri merupakan salah satu dari 178 sekolah yang ditetapkan pemerintah pusat untuk mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, dengan seluruh persiapan ditargetkan rampung sebelum 14 Juli 2026.