PLTS Senilai 32 Juta Dolar Dibangun di Kulon Progo, Targetkan Kapasitas 50 Ribu MW
Iwan Al Khasni July 04, 2026 07:14 PM

 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Kabupaten Kulon Progo akan  menjadi sorotan dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). 


Proyek ini melibatkan investor asing asal Tiongkok yang memiliki cabang perusahaan di Indonesia, dengan nilai investasi mencapai 32 juta Dolar AS.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kulon Progo, Ari Fitriani, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program nasional PLN untuk membangun PLTS di seluruh Indonesia. “Untuk Pulau Jawa, salah satunya di Kulon Progo,” ungkap Ari, Jumat (03/07/2026).

Lokasi Strategis Dekat Gardu Induk

PLTS akan dibangun di lahan seluas 50 hektare dengan kapasitas 50 ribu megawatt. Lokasi dipilih di dekat Gardu Induk PLN Wates yang berada di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon.

“Lokasinya sengaja cari yang dekat dengan Gardu Induk agar biayanya lebih efisien,” jelas Ari.

Pembangunan dekat gardu induk akan meminimalkan biaya transmisi listrik sekaligus mempercepat integrasi energi surya ke jaringan PLN.

Paparan Investor dan Dukungan Pemkab

Investor telah memberikan paparan di hadapan Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, pada Senin (29/06/2026). Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen memfasilitasi kepengurusan syarat-syarat tender.

Bupati Agung menegaskan dukungan penuh terhadap investasi ini. “Kami mendukung penuh pembangunan PLTS di Kulon Progo.

Keleluasaan akan diberikan dalam proses perizinan, namun tetap sesuai regulasi pusat dan daerah,” ujarnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Ari Fitriani.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekretariat Daerah Kulon Progo, Ari Fitriani. (Tribun Jogja)

Teknologi Panel Ramah Penerbangan

PLTS ini akan menggunakan panel surya dengan teknologi khusus yang menyerap cahaya agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Hal ini penting mengingat lokasi Kulon Progo dekat dengan Bandara YIA.

Izin Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) juga akan dipenuhi untuk memastikan proyek tidak menimbulkan risiko bagi penerbangan.

Lahan Produktif untuk Pangan

Menariknya, lahan yang digunakan untuk PLTS tetap diharapkan produktif. Pemkab Kulon Progo memastikan lahan tersebut bukan termasuk Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD).

“Nanti lahannya bisa ditanam melon, semangka, atau sejenisnya,” kata Ari.

Konsep ini memungkinkan integrasi antara energi terbarukan dan ketahanan pangan, sehingga lahan tidak kehilangan fungsi produktifnya.

Signifikansi Proyek

  • Pembangunan PLTS di Kulon Progo memiliki beberapa signifikansi:
  • Energi terbarukan: Mendukung target bauran energi nasional.
  • Efisiensi jaringan: Lokasi dekat gardu induk meminimalkan biaya distribusi.
  • Investasi asing: Menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi energi di Indonesia.
  • Ketahanan pangan: Lahan tetap produktif untuk tanaman hortikultura. (Alx)

• Presiden Jokowi Resmikan PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara, Bisa Aliri Listrik 50 Ribu Rumah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.