TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kondisi arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat, terpantau ramai dan padat pada Sabtu (4/7/2026) sore.
Jalur lintas Sumatra yang terkenal ekstrem ini dipadati oleh kendaraan roda empat sejak beberapa jam terakhir.
Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda di kawasan Panorama Satu Sitinjau Lauik sekitar pukul 17.15 WIB, volume kendaraan roda empat yang melintas mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan siang hari.
Meski terjadi kepadatan yang cukup panjang, arus lalu lintas di kawasan tersebut dilaporkan tetap bergerak lancar.
Baca juga: Truk Tronton Melintang, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup di Sitinjau Lauik Padang Urai Macet
Para pengendara hanya sesekali perlu menghentikan laju kendaraan mereka untuk mengantre saat melewati tikungan tajam.
Sistem bergantian atau antrean ini terpaksa dilakukan guna mengantisipasi adanya kendaraan yang gagal menanjak, mengingat sudut kemiringan jalur Panorama Satu yang sangat tinggi.
Sementara itu, situasi di kawasan Panorama Dua yang berada di posisi lebih atas juga dilaporkan relatif aman dan lancar pada sore yang sama.
Sebelumnya, arus lalu lintas di Panorama Dua sempat mengalami hambatan yang cukup serius akibat adanya satu unit truk tronton yang mengalami kendala teknis tepat di badan jalan.
Kendala pada truk berukuran besar tersebut sempat membuat antrean kendaraan mengular panjang dari kedua arah, baik yang menuju Kota Solok maupun arah sebaliknya menuju Kota Padang.
Beruntung, pihak kepolisian yang berjaga di pos seputar Sitinjau Lauik langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Petugas kepolisian bersama tim terkait langsung melakukan proses evakuasi terhadap truk tronton tersebut sehingga badan jalan bisa kembali bersih dan dapat dilalui secara normal.
Baca juga: Niat Membantu Truk Menanjak, Anggota PKJR Sitinjau Lauik Tewas usai Kendaraan Mundur ke Jurang
Selain faktor volume kendaraan, para pengendara yang melintas pada Sabtu sore ini juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra lantaran kondisi cuaca di sekitar kawasan perbukitan Sitinjau Lauik terpantau mendung tebal.
Kondisi mendung ini biasanya memicu turunnya kabut pekat yang dapat mengganggu jarak pandang para pengemudi, terutama menjelang malam hari.
Seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan sedang beristirahat di warung pinggir jalan, Farhan menyebutkan bahwa perjalanan dari arah Solok menuju Padang terbilang cukup melelahkan karena harus ekstra fokus menembus kepadatan sore ini.
"Tadi lihat di medsos Panorama Dua ada truk melintang tapi sudah dievakuasi dan saya lewat lancar saja,”ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca mendung membuat aspal jalanan mulai terasa lembab, sehingga para pengendara roda dua harus lebih berhati-hati agar tidak tergelincir di jalanan yang licin.
Di sisi lain, salah seorang pengemudi mobil pribadi, menceritakan pengalamannya saat mengantre di tanjakan ikonik tersebut.
Pria bernama Diki ini mengaku sempat khawatir saat melihat padatnya kendaraan roda empat di Panorama Satu.
"Awalnya sempat was-was melihat antrean mobil di tanjakan Panorama Satu ini. Tapi Alhamdulillah, ada petugas dan relawan yang mengatur di setiap kelokan, jadi sistemnya bergantian dan tetap lancar walau harus sabar menunggu antrean sedikit," ungkap Diki.
Sebelumnya, jalur lintas utama yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, mengalami kemacetan parah dan mengular panjang sejak Sabtu (4/7/2026) pagi.
Kemacetan lalu lintas ini dipicu oleh adanya satu unit armada truk tronton beroda sepuluh yang mengalami insiden fatal hingga posisi badannya melintang tepat di tengah jalan.
Insiden itu terjadi di kawasan Tunggua, pendakian Panorama 2, Sitinjau Lauik, Kota Padang.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, membenarkan adanya insiden yang melumpuhkan sebagian besar badan jalan utama penghubung antar-wilayah tersebut.
Menurut keterangan AKP Riwal, insiden ini bermula saat truk tronton berukuran jumbo itu mendadak kehilangan tenaga atau mengalami mati mesin ketika berjuang melewati tanjakan curam dan ekstrem Sitinjau Lauik.
Akibat kehilangan daya dorong di tengah medan yang miring, kendaraan berat tersebut kemudian bergerak mundur di luar kendali sang sopir.
Posisi akhir kendaraan besar itu pun berakhir melintang tegak lurus, sehingga menyumbat jalur utama yang biasanya padat dilalui kendaraan logistik dan pribadi.
"Kendaraan besar itu kemudian mundur di luar kendali dan langsung melintang serta menutup sebagian besar badan jalan utama," ungkap AKP Riwal Maulidinata saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).
Riwal menambahkan dampak dari melintangnya truk tronton roda sepuluh ini membuat antrean kendaraan dari kedua arah baik dari arah Padang maupun sebaliknya dari arah Solok mengalami kemacetan yang luar biasa panjang.
Bahkan, dilaporkan ekor antrean kendaraan dari arah Solok telah merayap sangat jauh hingga melewati batas Kedai Nasi Mintuo, yang menjadi salah satu titik kenal di jalur perlintasan tersebut.
Sementara itu, jajaran petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Padang masih terus bersiaga di lokasi untuk memantau langsung pergerakan ekor antrean kendaraan dari arah Kota Padang.
Kendati kondisi arus lalu lintas mengalami hambatan yang luar biasa hebat, AKP Riwal memastikan bahwa akses transportasi vital antarkabupaten dan kota ini tidak terputus secara total.
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menerapkan rekayasa arus lalu lintas darurat darurat demi memastikan roda perekonomian dan transportasi masyarakat tetap bergerak.
Sistem buka-tutup lajur diberlakukan secara ketat di mana kendaraan harus mengantre giliran untuk dapat melintasi sisa ruang jalan yang ada.
"Arus lalu lintas tidak putus total. Namun, karena badan jalan menyempit, jalan tersebut hanya bisa digunakan secara bergantian oleh satu kendaraan saja," tutur Riwal.