Empat UMKM Lokal Didorong Naik Kelas Lewat Program Pemberdayaan Desa
rival al manaf July 04, 2026 07:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal didorong naik kelas melalui program pemberdayaan desa. 

Pengembangan tersebut tidak hanya memperkuat daya saing pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Empat UMKM yang mendapat pembinaan meliputi Kopi Puhu, Batik Sinyonya, Anyaman Pandan, dan budidaya ikan mas. 

Produk-produk tersebut kini mulai menjangkau pasar wisatawan dan menjadi sumber penghasilan bagi ratusan warga.

Baca juga: Luput dari Pengawasan Orang Tua, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa usai Terseret Arus Irigasi

Baca juga: Dapur Rakyat Anti Ketimpangan, Keliling Kampung Semarang Buka Dapur Umum dan Cek Kesehatan Gratis

Program tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 400 masyarakat, mulai dari petani kopi, perajin anyaman, pembatik, hingga pelaku usaha lainnya yang terlibat dalam rantai ekonomi desa.

Direktur FIFGROUP Esther Sri Harjati mengatakan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendampingan, edukasi, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Ini sejalan dengan komitmen Astra 2030 Sustainability Aspirations, di mana FIFGROUP berkomitmen dan secara konsisten mengimplementasikan berbagai inisiatif yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, serta kontribusi kepada masyarakat," kata Esther dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Menurut dia, pengembangan desa tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang mandiri melalui kolaborasi berbagai pihak.

Sebelumnya, program serupa juga telah diterapkan di sejumlah daerah dengan menyesuaikan potensi lokal masing-masing. 

Di antaranya melalui pengembangan UMKM kopi, pembangunan rumah daur ulang, konservasi lingkungan, taman baca, rumah pembibitan, rumah maggot, hingga budidaya ikan dalam ember (Budikdamber).

Berbagai program tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Di sisi lain, program pemberdayaan desa juga dibarengi dengan upaya pelestarian lingkungan, penguatan pendidikan, kesehatan masyarakat, serta penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi.

Program yang berjalan di Kabupaten Pandeglang, Banten itu merupakan bagian dari komitmen FIFGROUP sebagai bagian dari ekosistem Astra dalam menjalankan prinsip keberlanjutan. 

Melalui FIFGROUP 2030 Sustainability Framework & Initiatives, perusahaan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang selaras dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations, Sustainable Finance Roadmap Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

Program desa binaan menjadi salah satu implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal. (Rad)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.