- Rusia mulai mengimpor bensin dari India untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri yang dipicu oleh serangan bertubi-tubi Ukraina terhadap infrastruktur energinya.
Langkah ini diambil saat harga bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) naik, antrean mengular, hingga pemberlakuan jatah pembelian bahan bakar di sejumlah wilayah.
Reuters melaporkan pada Selasa (1/7/2026), setidaknya 60.000 ton bensin asal India telah dikapalkan menuju Rusia.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari rencana Rusia untuk mengimpor total 400.000 ton bensin per bulan dari berbagai negara, termasuk dari negara tetangganya, Belarus.
Kremlin secara resmi mengonfirmasi pada 30 Juni bahwa pemerintah Rusia tengah menjalin pembicaraan dengan sejumlah negara guna memastikan pasokan bahan bakar dengan harga yang wajar.
Kelangkaan bahan bakar di Rusia diperparah oleh musim panas, saat konsumsi harian biasanya melonjak hingga setidaknya 110.000 ton.
Dalam sebuah pertemuan dengan pejabat baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin, mengakui bahwa serangan drone Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak di beberapa wilayah menjadi penyebab krisis BBM di negaranya.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa pemerintah tengah bergerak aktif menangani krisis ini.
Sebagai respons atas situasi tersebut, parlemen Rusia pekan lalu mengesahkan amendemen atas kode pajak.
Salah satu poin dalam amendemen itu mengatur pemberian subsidi impor yang dihitung berdasarkan gate price dan biaya transportasi bahan bakar asal India. (*)