SSB Manistutu United Jembrana Gemilang, Runner Up  Turnamen Nasional di Bandung
Ngurah Adi Kusuma July 04, 2026 09:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SSB Manistutu United KU-12* kembali mampu meraih prestasi bergengsi setelah menjuarai ASSA Grassroot Football Tournament 2026 Juara 1 seleksi Piala Dunia Anak Indonesia Region Bali 2026,  kali ini pada ajang yang sama tingkat nasional Piala Dunia Anak Indonesia 2026, Manistutu berhasil meraih Juara 2 (Runner UP) Nasional. 

Kompetisi yang berlangsung tanggal 1-3 Juli 2026 ini,  dilaksanakan di Progresif Sport Center Bandung, Provinsi Jawa Barat. 

Para Pemain KU-12, SSB asal Desa Manistutu Jembrana ini, berhasil menembus partai puncak di Turnamen Nasional yang diikuti oleh 24 Tim yang berasal dari seluruh Indonesia.

Kendati sempat mengalami kekalahan pada hari pertama fase penyisihan oleh Apex Football Academy 0-1, namun anak anak Manistutu menunjukkan mental baja dengan menang 3-0 di pertandingan kedua atas SSB Kancil Mas Karawang dan lanjut menggilas Al Fida Bengkulu 2-0. 

Baca juga: El Niño Diprediksi Menguat, BPBD Bali Wanti-Wanti Ancaman Kemarau Panjang hingga September

Di Hari Kedua perjalanan fase Penyisihan, beberapa pemain SSB Manistutu United Bali mengalami batuk dan pilek karena perubahan cuaca dari Kampung Manistutu ke Kota Bandung yang dingin dan berangin.

Namun anak anak Manistutu dipimpin Kapten Tim Komang Arya Wira Yoga, kembali menunjukkan tekad pantang menyerah dengan mengalahkan tim tangguh asal Bekasi ASSA Pro SS yang bercokol di peringkat 3 klasemen sementara, dengan skor 1-0. 

Pertandingan ini sempat menyedot perhatian banyak coach dan official Tim lain, karena merasa tidak pernah mendengar nama Manistutu United di kancah turnamen nasional sebelumnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa penonton yang langsung menyambangi Tribun tempat anak-anak dan official Manistutu United beristirahat. 

Masih di hari kedua, anak anak Manistutu ditahan imbang Jakarta Islamic School Soccer Club (JISSC) 0-0. 

Baca juga: Penutupan SPMB Tingkat SMP Tahun Ajaran 2026/2027: Pendaftaran Tahap 5 Berakhir Hari ini

Pada pertandingan ini, anak anak Manistutu mengalami kebuntuan di lini depan, padahal dari statistik pertandingan dan posisi di klasemen sementara, JISSC merupakan tim dengan peringkat terbawah yang dihadapi Manistutu. 

Di pertandingan ketiga hari kedua, tim pelatih yang dikepalai oleh I Gede "Rahdur" Pujayadi selanjutnya melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun strategi untuk memastikan aliran bola kedepan dan memasang striker tunggal Tino yang di dukung oleh 2 Sayap kanan kiri andalan Manistutu United yakni Made Surya Pandu di sayap kiri dan I Gede Vindra Putra di sayap kanan.

Hasilnya, Manistutu mampu menjebol Gawang Tim Batam Muda yang sebelumnya tampil mendominasi di pertandingan lainnya. 1-0 untuk kemenangan Manistutu United Bali. 

Di Hari Ketiga, seluruh orang tua siswa, Pengurus SSB dan Official bahu membahu memulihkan tenaga anak anak dengan memijat dan membalur tubuh anak anak dengan minyak hangat.

Menu makanan, jam tidur dan memastikan anak anak mandi air hangat juga dilakukan, untuk memastikan kebugaran menghadapi 2 pertandingan penentuan guna memastikan tim bisa lolos ke babak Knock-out. 

Di hari ketiga, 2 pertandingan penentuan dilakoni anak-anak Manistutu masing-masing melawan SSB Tiga Naga Riau dan Padurenan Soccer School.

Pertandingan melawan Tiga Naga Riau merupakan pertandingan paling seru, mengingat Tiga Naga Riau wajib memenangkan pertandingan untuk bisa lolos ke fase knock-out. 

Putu Janu, kiper andalan SSB Manistutu United tercatat melakukan 4 kali penyelamatan gemilang untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Manistutu terus mengurung gawang Tiga Naga Riau dan hasilnya, tim lawan melakukan pelanggaran keras terhadap Made Surya Pandu yang menusuk dari sayap kiri yang akhirnya berbuah penalti. 

GOL! Kedudukan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. 

Baca juga: Pemerintah RI dan Jerman Tingkatkan Validitas Data, Mitigasi Perubahan Iklim Atasi Data Emisi Daerah

Di babak kedua, Tiga Naga Riau mengganti 3 pemain sekaligus dan terus menekan, hingga petaka di menit akhir bagi Manistutu. 

Berawal dari pergerakan penyerang Tiga Naga yang gagal diantisipasi Mang Agus di sisi kanan, penyerang lawan melakukan tendangan keras mendatar yang berhasil di block Putu Janu.

Namun sayang,  bola reborn kembali ditendang oleh penyerang lawan dan Gol. 

Skor 1-1 hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan wasit.

Di pertandingan kedua hari ketiga yang merupakan pertandingan terakhir di fase penyisihan, Manistutu menghadapi Pedurenan Soccer School Bekasi.  

Pertandingan terakhir, menjadi penentu untuk masuk fase knock - out, bagi kedua tim yang bertanding dengan determinasi tinggi. 

Pertandingan berakhir imbang 0-0 dan Manistutu United Bali dinyatakan lolos ke Fase Knock-out dengan menduduki peringkat 6 Klasemen Akhir dari 8 tim yang lolos.

Di fase knockout, anak anak Manistutu harus berhadapan dengan peringkat 2 klasemen, yakni Football School Nusantara.

Pertandingan berlangsung ketat dan kedua tim bermain menyerang. Trio bek Manistutu yang dikomandoi sang kapten, Komang Arya Wirayoga, Komang Agus Artayana, dan Gio tampil solid mendukung penjaga gawang Putu Janu. 


Di tengah frustasi pemain Football School Nusantara untuk memasuki area gawang Manistutu, sayap kanan Manistutu Gede Vindra berhasil melewati kawalan dua pemain Football School Nusantara dan mengirim umpan silang cantik yang langsung di sambut penyerang tengah Manistutu, Rio dan Gol.

Pertandingan babak pertama berakhir dengan skor 1-0 bagi Manistutu United.

Di Babak Kedua, pergerakan Made Suarya Pandu di sayap kiri berhasil melewati bek lawan dan mengirim umpan ke tengah yang langsung disambut dengan sepakan keras penyerang MU Tino. 

Kiper  Football School Nusantara akhirnya mati langkah dan tidak bisa mengantisipasi bola yang menghujam deras ke gawang Football School Nusantara. 2-0 untuk kemenangan Manistutu. 

Skor 2-0 akhirnya bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Manistutu lolos di fase knock out dan masuk ke perempat final.

Di pertandingan Perempat Final, Manistutu United Bali harus melakoni pertandingan Derbi Bali menghadapi Denpasar City. 

Sejak menit awal, pertandingan berlangsung ketat dan sengit. Denpasar City yang diperkuat pemain pemain BU Academy dan Putra Tresna Bali sempat mengurung pertahanan SSB Manistutu United.

Lagi lagi, Kiper Putu Janu melakukan penyelamatan gemilang dengan memblok heading terarah dari penyerang Denpasar City yang meluncur deras ke pojok kanan gawang Manistutu. 

Babak Pertama berakhir dengan skor imbang 0:0.

Di babak kedua, kedua tim meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan silih berganti dilakukan oleh kedua Tim. Namun, lini pertahanan yang sama kuat membuat skor kacamata tetap bertahan sampai menit akhir babak kedua.

Pertandingan akhirnya harus ditentukan dengan babak adu penalti yang dimenangkan oleh Manistutu United. 

Penampilan yang tenang dan kepiawaian kiper membawa keunggulan bagi Manistutu yang tampil nyaris tanpa ada kesalahan di babak Adu Penalti. 

Di Partai Grand Final menghadapi Young Warrior Apollo Bekasi,  Manistutu United sempat tampil mendominasi di babak pertama. Skor 0:0 bertahan hingga peluit babak pertama di bunyikan.

Di babak kedua, pemain Manistutu United mulai terlihat penurunan stamina. Waktu istirahat antara pertandingan perempat final kedua yang dilakoni MU, ke grand final hanya 10 menit, membuat tidak cukup waktu istirahat pemain.

Pada babak kedua, Manistutu United kebobolan 0-2. 

Pelatih Rahdur segera menanggapi situasi dan memasukkan 5 sekaligus pemain muda dan pemain yang sebelumnya dicadangkan antara lain, Kiper Komang Abhinaya Rafael PN (Mang Rafa), Putu Cipta Mahardika Putra (Tata), Komang Devan Wikananta (Devan), I Gede Eka Jaya Mahendra dan I Kade Bagus Pradipta Wisesa (Esa). 

Di menit akhir, penyerang Young Warrior sempat melakukan sepakan keras ke Gawang Manistutu United, namun berhasil di block dengan baik oleh Kiper muda Manistutu, Komang Rafael yang baru genap berusia 9 tahun.  

Saat peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk kemenangan Young Warrior Apollo. 

Selain menyabet gelar Juara Runner Up,  Kiper SSB Manistutu United juga dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Nasional dalam Turnamen Piala Dunia Anak Indonesia. 

Perbekel Manistutu, I Komang Budiana didampingi I Made Abdi Negara selaku Pembina SSB Manistutu United yang hadir secara langsung mendukung anak anak MU, menyatakan sangat terharu dan mengapresiasi perjuangan anak anak MU selama mengikuti Turnamen.

"Kepada Anak-anak, Coach dan Tim, Official, Orang Tua Siswa dan seluruh Donatur, tiang selaku kepala Desa Manistutu mengucapkan terima kasih dan menyampaikan penghargaan setinggi - tingginya atas raihan Juara 2" pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.