Renungan Harian Kristen 5 Juli 2026- Empati yang Berdampak
Suci Rahayu PK July 04, 2026 09:04 PM

Renungan Harian Kristen 5 Juli 2026- Empati yang Berdampak

Bacaan ayat: Markus 8:2-3 (TB)  "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Empaty dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk memahami orang lain dengan jalan masuk dalam dunia orang lain, tanpa harus kehilangan jati diri, untuk mendefinisikan secara tepat apa yang terjadi dan berkemampuan untuk memberikan bantuan yang tepat seperti yang dibutuhkan.

Ini tidak mudah. Hampir setiap orang selalu fokus pada diri sendiri.

 Andaipun berhasil mendengarkan orang lain, biasanya akan dikaitkan dengan pengalaman diri sendiri.

Persetujuan akan diberikan jika mempunyai pengalaman yang sama dan penolakan jika berbeda pengalaman. Apalagi hampir setiap orang akan sibuk dengan dirinya sendiri, seakan tidak ada waktu untuk orang lain.

Yesus berempaty kepada orang banyak. Ia berkemampuan mendefinisikan secara tepat keadaan yang dialami dan akibat logis dari situasi tersebut.

Dengan akal budi-Nya, Ia menyatakan, "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."

Terhadap pernyataan tersebut, sekilas para murid setuju.

 Sayangnya mereka justru berbalik arah seakan 'cuci tangan', dan menyatakan diri sebagai pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap situasi yang dihadapi oleh orang banyak.

Yesus paham. Itu sebabnya Ia menuntun mereka untuk melakukan empaty yang sama. Pertama, Ia mengajak mereka untuk melihat potensi yang dimiliki.

Meskipun terasa kecil namun Yesus mengajak mereka untuk menghargai.

 Kedua, Yesus memberi tanggung jawab kepada mereka untuk menyerahkan apa yang dimiliki, sebelum akhirnya membagi. Ini peran yang perlu mereka ambil. Ketiga, Yesus mengambil bagian apa yang menjadi bagian-Nya.

Mengucap berkat dan membagi apa yang ada kepada para murid untuk diteruskan kepada orang banyak. Ajaib, semua kenyang dan tersisa tujuh bakul.

Memasuki Bulan Diakonia penting bagi kita untuk berempaty. Meneladani apa yang Yesus lakukan, mari berperan aktif dalam kepedulian.

Mungkin tidak gampang mengingat setiap kita mempunyai kesibukan dan kebutuhan yang harus dipenuhi. Meskipun demikian, kita dipastikan tidak akan miskin karena berempaty. Awali Bulan Diakonia dengan berempaty.

 Biarkan empaty tersebut membawa dampak bagi kehidupan yang lebih luas. Amin.

  Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.