Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kondisi air Sungai Ciujung kembali berubah warna menjadi hitam, dan mengeluarkan bau tidak sedap pada Sabtu (4/7/2026) sekira pukul 17.45 WIB.
Kondisi tersebut dilaporkan oleh seorang warga Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Muklas.
Menurutnya, fenomena air sungai yang menghitam dan berbau menyengat masih terus terjadi secara berulang.
Baca juga: Sungai Ciujung Serang Berubah Hitam Pekat, Bupati Instruksikan Uji Dugaan Limbah Industri
Muklas mengatakan, perubahan kondisi air tidak berlangsung setiap saat.
Fenomena tersebut muncul ketika debit air Sungai Ciujung mengalami penurunan.
"Kalau debit air sedang turun, air sungai berubah menjadi hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Tetapi saat aliran air kembali normal, kondisi itu tidak terlihat," ujar Muklas, Sabtu (4/7/2026).
Ia menilai, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terus berulang, karena dapat berdampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Ciujung.
Menurut Muklas, pemerintah perlu segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk mencari penyebab utama perubahan warna air dan munculnya bau menyengat.
"Kami berharap kondisi ini jangan dibiarkan. Harus ada tindakan nyata dari pemerintah agar persoalan ini bisa segera ditangani dan tidak terus terulang," katanya.
Warga berharap pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan penelusuran dan penanganan terhadap kondisi Sungai Ciujung, sehingga kualitas air dapat kembali normal dan tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.