TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bergabungnya dua pemain anyar, Gakuto Notsuda dan Ragnar Oratmangoen, dipandang sebagai pertanda keseriusan Persib Bandung dalam menyongsong musim 2026/2027 yang akan diwarnai jadwal pertandingan padat.
Pengamat sepak bola Jawa Barat, Wawan Dermawan, menilai perekrutan kedua pemain tersebut merupakan upaya manajemen untuk menambah kualitas sekaligus mempertebal kedalaman skuad Maung Bandung.
Sebelum mendatangkan Notsuda dan Ragnar, Persib lebih dulu mengamankan jasa Gabriel Mutombo, Luka Menalo, dan Sandy Walsh sebagai tambahan kekuatan menghadapi panjangnya musim kompetisi.
"Dengan tambahan dua pemain lagi, saya melihat sepertinya Persib ini sudah mulai siap tempur. Terlebih jika dilihat dari posisi keduanya, mereka akan mengisi tengah dan depan," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Sabtu (4/7/2026).
Notsuda dikenal sebagai pemain yang beroperasi di sektor gelandang. Kemampuannya bermain di beberapa peran membuatnya dapat ditempatkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, maupun gelandang serang.
Sementara itu, Ragnar yang merupakan pemain Timnas Indonesia juga mempunyai fleksibilitas tinggi. Ia pernah mengisi posisi gelandang serang maupun winger, sehingga membuka banyak alternatif strategi permainan bagi Persib.
Menurut Wawan, pengalaman kedua pemain tersebut juga menjadi nilai tambah yang tidak dapat dipandang remeh. Notsuda pernah merasakan atmosfer kompetisi di Jepang dan Thailand, sedangkan Ragnar memiliki pengalaman bermain di Belanda dan kompetisi Eropa.
"Memang pemain yang bisa tampil berposisi fleksibel ini sangat menguntungkan. Jadi pemain seperti itu sangat bagus. Terlebih Persib pada musim ini akan bermain di empat kompetisi sekaligus, hal ini membuat pelatih harus banyak melakukan rotasi," katanya.
Empat turnamen yang akan diikuti Persib pada musim ini meliputi Super League, AFC Champions League (ACL) Two, turnamen pramusim Piala Presiden, serta ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026.
"Jangan sampai satu pemain diforsir secara terus menerus. Jadi memang harus ada banyak pemain yang bisa mem-back up, nah salah satunya yang dapat bermain di banyak posisi. Sebab saya melihat, saat ini Persib akan sangat kelelahan dengan itu semua," ucapnya.
"Ditambah, dengan padatnya jadwal itu kebugaran pemain akan terganggu hingga akhirnya gampang cedera. Belum lagi akumulasi kartu, jadi Persib harus dipenuhi kuota pemainnya dengan maksimal, untuk menghadapi panjangnya kompetisi nanti," ucapnya.
Kendati menilai komposisi tim semakin kuat, Wawan berpendapat skuad Persib belum sepenuhnya ideal. Ia berharap manajemen masih bergerak untuk mendatangkan seorang striker murni dan playmaker murni.
Menurut dia, kehadiran penyerang murni sangat dibutuhkan karena penyelesaian akhir Persib pada musim lalu masih belum maksimal. Hal itu tercermin dari jumlah gol yang dicetak tim.
Pada musim sebelumnya, Persib hanya mencatatkan 59 gol, masih berada di bawah Borneo FC yang mengoleksi 74 gol, Malut United dengan 68 gol, Persija Jakarta yang mencetak 65 gol, serta Persebaya Surabaya dengan 61 gol.
Di sisi lain, kebutuhan akan playmaker murni juga dianggap mendesak. Wawan menilai ritme permainan Persib kerap dapat dikendalikan lawan, terutama ketika tampil di ajang internasional seperti ACL Two musim lalu yang berujung pada hasil kurang memuaskan.
"Jadi saya kira, dua posisi itu penting untuk Persib pada musim ini. Saat ini persib belum punya yang bener-bener, karena sejauh ini pelatih hanya memutar pemain untuk masuk ke posisi itu. Jadi menurut pandangan saya, lebih bagus untuk mengisi kedua posisi itu," ujarnya.