Update Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk, Total 27 Korban Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit
Dwi Prastika July 04, 2026 09:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Danendra Kusuma

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Korban luka akibat kecelakaan Bus Sugeng Rahayu nopol W 7571 UP dan truk di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, berjumlah 27 orang, Sabtu (4/7/2026).

Seluruh korban telah mendapat penanganan medis di RSUD Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Perwakilan Jasa Raharja menyebut, mayoritas korban merupakan penumpang bus dengan kondisi luka ringan.

Proses pendataan korban masih terus dilakukan bersama aparat kepolisian untuk memastikan seluruh penumpang memperoleh hak jaminan kecelakaan.

Perwakilan Jasa Raharja, Muhammad Rifan Hadinata mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, jumlah total korban luka dalam insiden ini mencapai 27 orang. 

"Rinciannya, 14 korban dilarikan di RSUD Nganjuk dan 13 korban luka lain dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk," katanya.

Dia menyebut, para korban tersebut didominasi penumpang bus. 

Baca juga: Sopir Ngebut dan Nyalip, Penumpang Bus Sugeng Rahayu Ceritakan Kronologi Kecelakaan di Nganjuk

Rifan menambahkan, para korban menderita luka ringan. 

"Kebanyakan korban luka ringan. Tapi masih menunggu info rumah sakit terkait detail luka-lukanya. Kami pastikan penumpang bus yang jadi korban dalam jaminan Jasa Raharja," tutupnya.

Kesaksian Penumpang

Kesaksian penumpang mengungkap detik-detik sebelum Bus Sugeng Rahayu tercebur ke sungai usai alami kecelakaan dengan truk di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026).

Mereka menyebut bus melaju dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali menyalip kendaraan dari sisi kanan sejak perjalanan dari Surabaya.

Baca juga: Kecelakaan Mobil Buruh Pabrik Udang di Bondowoso, Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Ban Meletus

Nurul (32), salah satu penumpang yang duduk di belakang sopir, mengatakan, bus sempat mencoba menerobos di jalur padat sebelum akhirnya diduga bersenggolan dengan truk dari arah berlawanan.

Sopir kemudian membanting setir hingga bus menabrak pembatas jalan dan masuk ke sungai, membuat penumpang panik dan terluka.

Nurul (32) mengaku naik Bus Sugeng Rahayu nopol W 7571 UP dari Kota Surabaya.

Dia menumpang bus bersama anak perempuannya, Q (5). 

"Tujuan saya ke Kabupaten Madiun. Saya duduk tepat di belakang sopir bus. Anak saya, saya pangku," katanya saat ditemui Tribun Madura Network di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk, Sabtu (4/7/2026).

Pengakuan Nurul, sopir Bus Sugeng Rahayu angkuh saat berkendara. 

Baca juga: Kecelakaan Maut di Lamongan, Pengendara Motor Tewas usai Gagal Mendahului Dump Truk

Sang sopir bus kerap menyalip kendaraan lain dari sisi kanan.

"Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah. Tidak mau kalau ada kendaraan lewat di samping atau menyalipnya," ujar Nurul. 

Nurul melanjutkan, di lokasi kejadian, Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Bus Sugeng Rahayu kembali beraksi.

Bus tersebut menyalip dari sisi kanan.

Di lokasi tersebut, kondisi jalanan tengah ramai kendaraan dan agak menikung. 

Dari arah berlawanan muncul truk bernopol S 9687 UR. 

"Bus tersebut berupaya menerobos dari arah kanan. Dari arah berlawanan ada truk. Karena tidak nutut (cukup ruang) bus banting setir ke kiri, lalu menabrak pembatas dan nyebur ke sungai. Penumpang langsung teriak-teriak," terangnya. 

Akibat kejadian itu, Nurul menderita luka lecet di beberapa bagian tubuhnya.

Sedangkan, sang anak selamat tanpa luka.

"Saya cuma luka ringan, luka lecet. Anak saya aman," ucapnya. 

Penumpang lain, Totok (53) menjelaskan, bus tersebut sempat bersenggolan dengan truk sebelum banting setir dan terjun ke sungai.

Totok naik bus dari Surabaya, tujuannya Kabupaten Ngawi. Dia menumpang bus bersama anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun dan sang istri.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Bojonegoro, Niat Mendahului, Motor Yamaha Nmax Tabrak Truk dari Arah Berlawanan

Totok dan keluarga duduk di kursi baris kedua dari belakang. 

"Rasanya di dalam bus kayak dikopyok (dikocok) atau diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus. Saya dan keluarga menderita luka," urainya. 

Saat ini, kejadian kecelakaan ini sedang ditangani Satlantas Polres Nganjuk.

Di lokasi, petugas tengah melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Proses olah TKP dan memintai keterangan saksi pun dilangsungkan.

Sebagian tampak petugas mengatur arus lalu lintas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.