DDI Bantah Ada Agenda Politik di Silatnas Badan Otonom di Pinrang
Sudirman July 04, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Pengurus Besar (PB) Darud Dakwah wal Irsyad (DDI) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Ponpes Manahilil Ulum Addariyah DDI Kaballangan 3 sampai 5 Juli 2026.

DDI Kaballangan berlokasi di Jl. Poros Pinrang-Polman Km. 15, Kelurahan Kaballangang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Berjarak sekitar 15 km arah utara dari pusat Kota Pinrang menuju arah Sulawesi Barat. 

Silatnas adalah pertemuan atau temu kangen berskala besar yang diadakan oleh suatu organisasi, institusi, komunitas, atau alumni di Indonesia.

Silatnas pertama ini bertujuan mengoptimalkan peran badan otonom DDI yang selama ini kurang maksimal.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB DDI Prof Suaib Tahir, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Hadiri Silatnas Banom DDI, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif: Saya Alumni Tulen 1996

Suaib Tahir menjelaskan DDI memiliki tiga fokus bisnis utama yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial.

Sektor pendidikan dan dakwah dinilai sudah berjalan baik serta menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.

Namun sektor sosial masih menghadapi hambatan karena badan otonom belum bekerja secara efektif.

"Masalah sosial ini sedikit ada hambatan karena selama ini banom-banom kita belum begitu efektif," ujarnya, Sabtu (4/7/2026). 

Pihak PB DDI kemudian menyelenggarakan kegiatan Silatnas ini demi mengoptimalkan seluruh fungsi banom.

Optimalisasi dilakukan menyeluruh mulai dari tingkat pusat, wilayah, hingga ke tingkat pengurus daerah.

DDI sendiri memiliki banyak badan otonom yang bergerak di berbagai bidang organisasi kemasyarakatan.

Beberapa banom tersebut di antaranya Ikatan Mahasiswa Darud Da'wah Wal Irsyad (IMDI) , Fatayat, UMMAHAT DDI, Ikatan Sarjana, dan Ikatan Pemuda.

Alumni yang terlibat dalam banom DDI telah tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Penyebaran alumni meliputi wilayah Sulawesi, Papua, Kalimantan, hingga ke beberapa daerah lain di Nusantara.

Lokasi geografis yang berjauhan membuat aktivitas koordinasi banom selama ini menjadi kurang optimal.

"Karena lokasi yang berbeda-beda inilah aktivitasnya selama ini kurang optimal," kata Prof Suaib Tahir.

Pertemuan nasional ini diharapkan mampu melahirkan formulasi program yang jauh lebih progresif ke depan.

Fokus utamanya adalah peran aktif dalam kegiatan sosial, terutama pada basis-basis utama wilayah DDI.

Basis utama tersebut meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan, hingga wilayah Sulawesi Tenggara.

Syuaib Bahir juga membantah adanya isu agenda politik tertentu menjelang kontestasi isu nasional ke depan.

"Tidak ada agenda politik, kami semata-mata ingin mengoptimalkan banom-banom ini," tegas Sekjen ini. 

Banom diarahkan bekerja maksimal melayani masyarakat, mengelola pesantren, dan bersinergi bersama pihak pemerintah.

DDI ingin kader berperan aktif menyelesaikan masalah kemiskinan, radikalisme, hingga pemerataan sektor pendidikan.

Isu-isu sosial tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi potensi besar bagi kader DDI.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pinrang, Andi Calo Kerrang membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badan Otonom Darud Da'wah Wal Irsyad di Pesantren Manahilil Ulum Addariyah Kaballangan. 

Sekda Pinrang menyambut hangat seluruh delegasi yang datang dari berbagai penjuru tanah air tersebut.

Kehadiran ribuan kader ini dinilai membawa semangat kebersamaan dan kehormatan besar bagi Bumi Lasinrang.

Acara akbar ini mengusung tema tentang penguatan ukhuwah untuk umat bangsa dan juga peradaban.

Menurutnya tema tersebut sangat relevan dengan tantangan riil yang dihadapi masyarakat saat ini. 

Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.