Dokter Tifa Disamakan dengan PM Italia Giorgia Meloni, Kini Galang Dana Lewat Buku
Budi Sam Law Malau July 04, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA –- Genderang perang hukum di ruang pengadilan resmi bertabuh.

Kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru yang kian memanas.

Terdakwa dr. Tifauzia Tyassuma, atau Dokter Tifa, memilih jalan perlawanan total dengan menolak mentah-mentah opsi restorative justice (RJ) yang sempat ditawarkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam sidang perdana, Kamis (2/7/2026).

Langkah berani ini langsung memantik reaksi keras dari para pendukungnya.

Aktivis senior yang juga Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu bahkan secara terbuka menyamakan ketangguhan Dokter Tifa dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. 

Melalui akun X pribadinya @msaid_didu, Sabtu (4/7/2026), Said Didu melabeli keduanya sebagai sosok perempuan petarung yang gigih demi membenahi negaranya atau perbaikan negaranya.

Baca juga: Dokter Tifa Akui Kehabisan Dana, Galang Dukungan Jual Buku di Tengah Sidang Kasus Ijazah Jokowi

"Dua perempuan petarung ulung demi perbaikan negerinya: 1. PM Italia @GiorgiaMeloni melawan pelaku Genocide (AS dan Israel) 2. Ibu @DokterTifa melawan 'kepalsuan Jokowidodo'," tulis Said Didu.

Unggahan tersebut disertai foto Giorgia Meloni dan Dokter Tifa.

Tak hanya itu, Said Didu juga kembali mengulas pandangannya mengenai polemik ijazah Jokowi melalui serangkaian unggahan di akun X.

Dalam cuitannya, ia mengemukakan sejumlah argumen terkait polemik tersebut, termasuk pandangannya bahwa Presiden ke-7 RI itu perlu menunjukkan ijazah asli yang pernah digunakan saat mengikuti Pilkada maupun Pilpres.

Pernyataan tersebut merupakan opini pribadi Said Didu yang disampaikan melalui media sosial.

Sementara itu, perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Dokter Tifa kini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Pada sidang perdana, Kamis (2/7/2026), majelis hakim sempat membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.

Namun, Dokter Tifa secara tegas menolak opsi tersebut.

Ia memilih menghadapi proses hukum hingga persidangan selesai dan menyatakan akan melawan dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum.

Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Dokter Tifa juga mengumumkan langkah baru untuk membiayai perjuangannya.

Melalui akun X, Sabtu (4/7/2026), ia mengaku selama ini membiayai seluruh proses hukum secara mandiri sejak April 2025.

Namun, karena kebutuhan biaya yang semakin besar, ia memutuskan menggalang dana melalui penjualan buku-buku karyanya.

"Anda tahu dalam perjuangan ini saya butuh banyak sekali dana. Selama ini saya terlalu tinggi hati untuk menerima donasi. Tetapi kini, dengan berbesar hati saya memutuskan menggalang dana perjuangan semesta melalui penjualan buku-buku karya saya," tulis Dokter Tifa.

Ia mengajak para pendukung yang ingin membantu agar membeli buku-buku hasil karyanya melalui nomor kontak yang telah dicantumkan dalam unggahan tersebut.

Selain itu, Dokter Tifa juga mengunggah pesan yang disebutnya menjadi pegangan dalam menghadapi perkara hukum yang sedang dijalaninya.

Ia mengutip nasihat Jenderal Soedirman yang berbunyi, "Jika dalam perjuanganmu penderitaan yang dihadapi semakin berat, itu artinya keberhasilan semakin dekat."

Menurutnya, pesan tersebut dikirimkan oleh salah seorang pendukung dan kini menjadi penyemangat dalam menghadapi proses persidangan.

Baca juga: Sidang Ijazah Palsu: Dokter Tifa Ungkap Kuasa Hukum Beri Sinyal Jokowi Hanya Hadir Lewat Zoom

Di unggahan lainnya, Dokter Tifa juga menyinggung rencana kehadiran Joko Widodo dalam sidang.

Ia menyindir pernyataan kuasa hukum Jokowi yang menyebut kliennya akan hadir 'dengan mekanisme' tertentu.

"Hahaha... bilang saja zoom. Takut amat bilang mau zoom. Kalah berani sama perempuan," tulisnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Joko Widodo, Yakup Hasibuan, memastikan mantan Presiden RI itu siap hadir dalam sidang pembuktian.

Yakup mengatakan kehadiran Jokowi merupakan bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Menurutnya, forum persidangan merupakan tempat yang tepat dan sah untuk memperlihatkan ijazah yang selama ini menjadi polemik.

"Pak Jokowi sangat menghormati proses ini dan sangat menunggu waktu untuk menghadirkan ijazahnya di forum yang terhormat ini," kata Yakup Hasibuan usai sidang perdana, Kamis (2/7/2026).

Kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah Jokowi saat ini masih berproses di PN Jakarta Timur.

Majelis hakim akan melanjutkan persidangan sesuai tahapan hukum yang berlaku, termasuk agenda pembuktian dari para pihak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.