Jakarta (ANTARA) - Pasangan atlet panjat tebing Antasyafi Robby Al Hilmi/Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet medali perak speed estafet campuran dalam World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu.
"Alhamdulillah, hari ini kami sudah mengoleksi tiga medali, masing-masing satu emas, perak, dan perunggu dari tiga nomor berbeda," kata Asisten Pelatih Timnas Panjat Tebing Disiplin Speed Indonesia, Fitriyani, kepada ANTARA dari Jakarta, di sela mendampingi tim.
Berdasarkan laman world climbing, pasangan tersebut mencatat waktu 11,48 detik dalam babak final. Mereka kalah dari pasangan Amerika Serikat, Samuel Watson/Emma Hunt, yang membukukan 10,89 detik sehingga berhak menggenggam emas.
Sementara untuk perebutan perunggu, pasangan Raharjati Nursamsa/Raji'ah Sallsabillah kalah melawan atlet dari China, Zhao Yafei/Zhao Yicheng.
Pasangan itu mencatat waktu 11,35 detik, sedangkan lawannya 11,17 detik.
Fitriyani menambahkan, hasil tersebut membuat Indonesia kini mengoleksi tiga medali, yakni medali emas melalui nomor speed individu putri oleh Desak Made.
Perunggu direbut Raharjati lewat nomor speed individu putra. Teranyar, medali perak lewat pasangan Robby/Desak dalam nomor estafet campuran.
Untuk mengikuti World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, pada 3-5 Juli, timnas panjat tebing Indonesia membawa tujuh atlet untuk bertanding. Mereka terdiri atas empat atlet putra dan tiga putri.
Empat atlet putra yakni Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Veddriq Leonardo, dan Aditya Tri Syahria. Sedangkan atlet putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih.
Indonesia, tambah dia, masih akan berjuang memperebutkan emas dalam nomor speed putra dan putri pada hari terakhir penyelenggaraan turnamen, Minggu (5/7), di Krakow Market Grand Square, Rynek Glowny, Krakow, Polandia.
"Mohon doanya untuk tim yang besok (Minggu) akan berjuang di relay putra dan putri," ujar dia.





