Rute langsung ini tidak hanya memperkuat konektivitas Indonesia dengan Oman, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Timur Tengah untuk menjelajahi destinasi pariwisata Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus memperkuat konektivitas internasional guna mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, melalui hadirnya penerbangan perdana maskapai SalamAir rute Muscat-Medan yang resmi mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, Sabtu (4/7).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kehadiran rute Muscat-Medan merupakan momentum penting untuk memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan Timur Tengah sekaligus memperluas peluang promosi pariwisata nasional.

“Rute langsung ini tidak hanya memperkuat konektivitas Indonesia dengan Oman, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Timur Tengah untuk menjelajahi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya Sumatra Utara dengan Danau Toba sebagai salah satu destinasi prioritas,”kata Widiyanti melalui keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pembukaan rute langsung dari Oman, karena dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka akses wisatawan Timur Tengah menuju Sumatra Utara, khususnya Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

Menurutnya, kehadiran SalamAir menjadi sinyal positif bagi penguatan pasar wisatawan mancanegara dari kawasan Timur Tengah.

Posisi Muscat sebagai hub penerbangan di kawasan Teluk diyakini akan memperluas jangkauan promosi Indonesia ke sejumlah negara, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa pasar Timur Tengah memiliki potensi besar.

Hal itu dikarenakan wisatawan dari kawasan tersebut dikenal tertarik pada wisata keluarga, pariwisata ramah Muslim, wisata alam, kuliner, hingga perjalanan mewah.

“Sumatra Utara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pintu masuk wisatawan Timur Tengah, baik untuk perjalanan wisata, keluarga, maupun konektivitas lanjutan ke destinasi lain di Indonesia,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

Pembukaan rute baru ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Sumatra Utara, mulai dari hotel, restoran, biro perjalanan, pelaku UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif.

Kementerian Pariwisata terus memperkuat kerja sama dengan maskapai penerbangan dan berbagai mitra strategis, untuk meningkatkan konektivitas udara guna memperluas pasar wisatawan mancanegara.

Selain itu, langkah ini juga dapat meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.