Kontroversi besar terkait VAR menutupi kemenangan dramatis Portugal 2-1 atas Kroasia di babak gugur Piala Dunia, memicu tuduhan keras mengenai korupsi dari Zlatan Ibrahimovic. Mantan penyerang itu, yang kini bekerja sebagai analis media, mengecam keras keputusan untuk menganulir gol penyeimbang Kroasia di masa tambahan waktu, sembari menuduh pihak pengatur kompetisi telah merekayasa hasil pertandingan.
Gol penyeimbang di menit akhir dianulir
Laga sengit tersebut tampak akan berakhir imbang setelah Goncalo Ramos mencetak gol dramatis di menit ke-94 yang membawa Portugal unggul 2-1. Namun, di detik-detik terakhir masa tambahan waktu, Josko Gvardiol berhasil mencetak gol yang tampak seperti penyelamat bagi Kroasia. Asisten wasit video kemudian melakukan intervensi kontroversial untuk menganulir gol tersebut, dengan FIFA mengklaim bahwa Teknologi Bola Terhubung (Connected Ball Technology) mendeteksi sentuhan halus dari Igor Matanovic, meski tayangan ulang siaran televisi menunjukkan hasil yang sangat tidak meyakinkan.
Analisis tajam dari sang pundit
Keputusan yang diperdebatkan itu menggagalkan perjuangan keras tim Kroasia dan memicu kritik pedas dari Ibrahimovic. Dalam wawancaranya dengan media Italia, Gazzetta, analis Fox Sports tersebut tidak menahan diri, mempertanyakan keabsahan teknologi yang digunakan dan menuduh otoritas sepak bola lebih menginginkan laga Portugal vs Spanyol di babak 16 besar.
Ibrahimovic menyatakan: "Itu adalah pertandingan luar biasa yang dirusak VAR di akhir laga. Saya tidak melihat ada pelanggaran pada gol 2-2; VAR menganulirnya, tapi bagi saya, itu adalah perampokan. Entah sensor di bola tidak berfungsi atau ada yang salah, karena Renato Veiga menyentuh bola, yang berarti tidak ada offside. Lihat dari sudutnya: pemain nomor 20 Kroasia tidak menyentuh bola dan tidak mengubah arah bola sedikit pun. Justru pemain nomor 13 Portugal [Veiga] yang menyentuhnya!"
Tuduhan korupsi mengejutkan
Legenda asal Swedia itu kemudian memperluas argumennya, menegaskan bahwa keputusan sepenting itu di detik-detik akhir laga gugur seharusnya diambil dengan kepastian mutlak. Ia menuduh bahwa struktur administratif turnamen cenderung mendukung narasi tertentu demi memastikan Cristiano Ronaldo dan Portugal tetap melaju di kompetisi.
Ibrahimovic melanjutkan: "Seorang lawan menyentuh bola, lalu tiba-tiba pencetak gol Kroasia dianggap offside? Konyol! Para pemain Kroasia sudah berjuang dengan sepenuh hati, tapi mereka kehilangan momen impian di Piala Dunia ini. Untuk menganulir gol di menit ke-90, keputusan itu harus benar-benar jelas. Di sini, sama sekali tidak. Ini bukan keputusan wasit. Ini adalah pencurian terang-terangan. Bagi saya, sudah jelas mereka (FIFA) ingin Portugal dan Ronaldo lolos ke babak 16 besar untuk menghadapi Spanyol."
Portugal kini harus segera melupakan drama wasit tersebut dan fokus mempersiapkan diri menghadapi Spanyol, sang juara Eropa, di babak 16 besar yang akan berlangsung di Texas. Pasukan Roberto Martinez menunjukkan ketangguhan dengan bangkit di babak kedua, namun akan menghadapi ujian yang lebih berat. Mengembalikan performa Cristiano Ronaldo, yang terlihat frustrasi setelah digantikan di akhir laga, akan menjadi kunci jika Portugal ingin menembus pertahanan kokoh milik Spanyol.