Sosok Elkius Kobak Pimpinan KKB Papua yang Ngaku Perintahkan Bakar Pesawat AMA dan Tewaskan Pilot AS
Putra Dewangga Candra Seta July 05, 2026 04:32 AM

 

SURYA.co.id – Nama Elkius Kobak menjadi sorotan setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran pesawat AMA PK-RCY serta penembakan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).

Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, organisasi tersebut menyebut aksi tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Mereka juga menyatakan bahwa operasi tersebut berlangsung atas perintah Panglima Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak.

Dalam siaran pers yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, nama Brigjen Elkius Kobak disebut sebagai Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Menurut pernyataan TPNPB, Elkius Kobak mengaku memerintahkan penembakan terhadap pilot Nicholas F. Goselin karena pesawat tersebut dinilai memasuki wilayah operasi yang sebelumnya telah mereka tetapkan sebagai area larangan penerbangan sipil.

"Kami sudah mengeluarkan ultimatum bahwa seluruh pesawat sipil dilarang memasuki wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo," demikian pernyataan yang diklaim berasal dari Elkius Kobak dalam siaran pers tersebut, dikutip SURYA.co.id dari Tribun Papua Tengah.

TPNPB juga menyebut larangan tersebut merupakan bagian dari kebijakan organisasi yang mereka terapkan di wilayah operasi yang mereka klaim berada di sejumlah Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di Papua.

Kronologi Versi TPNPB atas Pembakaran Pesawat AMA PK-RCY

Berdasarkan keterangan resmi TPNPB, pasukan dari Kompi Bakusip Kodap XVI Yahukimo mengaku sedang melakukan operasi menuju markas mereka di wilayah Yahukimo.

Saat melintasi Kampung Balinggama, mereka mengklaim melihat satu unit pesawat AMA PK-RCY mendarat atau memasuki kawasan yang mereka anggap sebagai wilayah operasi.

Menurut versi TPNPB, pasukan kemudian melakukan penembakan terhadap pilot dan membakar pesawat tersebut karena dianggap melanggar ultimatum larangan penerbangan.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB menuding pesawat-pesawat sipil kerap digunakan untuk mengirim logistik maupun personel aparat keamanan ke wilayah pedalaman Papua.

Tuduhan tersebut menjadi alasan yang mereka kemukakan atas aksi pembakaran pesawat.

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen.

TPNPB Soroti Pemerintah Soal Penerbangan di Wilayah yang Mereka Sebut Zona Merah

"Ini juga kesalahan pemerintah Indonesia dengan sengaja membiarkan penerbangan sipil memasuki wilayah zona merah di Papua," demikian bunyi pernyataan yang diklaim berasal dari Elkius Kobak.

Selain itu, TPNPB mengimbau aparat keamanan agar tidak melakukan operasi yang berdampak pada masyarakat sipil.

Mereka juga menyatakan bahwa pasukan yang terlibat dalam insiden tersebut telah bergerak menuju wilayah Kota Dekai.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih menangani insiden pembakaran pesawat AMA PK-RCY di Yahukimo, termasuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kejadian serta proses identifikasi seluruh fakta di lapangan.

Sementara itu, klaim tanggung jawab yang disampaikan TPNPB melalui siaran pers masih menjadi bagian dari informasi yang belum dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah maupun aparat penegak hukum masih menjadi pihak yang berwenang menyampaikan hasil penyelidikan resmi.

Munculnya nama Elkius Kobak dalam pernyataan resmi TPNPB menunjukkan bahwa sosok pimpinan lapangan organisasi tersebut kembali menjadi perhatian publik setiap kali terjadi eskalasi keamanan di Yahukimo. Namun, penting untuk membedakan antara klaim yang disampaikan kelompok bersenjata dengan fakta yang telah dipastikan melalui hasil investigasi aparat. Dalam peliputan isu konflik, verifikasi dari berbagai pihak tetap menjadi unsur penting agar informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang dan sesuai dengan prinsip jurnalisme yang mengedepankan akurasi.

Sosok Elkius Kobak

Elkius Kobak adalah salah satu panglima militer dari TPNPB-OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka) yang aktif di wilayah Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Ia dikenal sebagai tokoh sentral dalam berbagai aksi bersenjata yang menargetkan aparat keamanan dan warga sipil di daerah tersebut.

Elkius juga menjadi atasan dari tokoh lain seperti Temianus Magayang, yang juga pernah diamankan oleh aparat.

KKB pimpinan Elkius Kobak telah melakukan sejumlah aksi teror. Berikut diantaranya:

1. Membunuh Bripda Oktovianus Buara 

Anggota Polres Yahukimo, Bripda Oktovianus Buara tewas ditikam oleh orang tak dikenal di Distrik Dekai pada Selasa (16/4/2024) subuh.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom mengeklaim pihaknya sebagai pelaku, sekaligus bertanggung jawab atas gugurnya Oktovianus.

Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo, Elkius Kobak dan pasukannya disebut sebagai aktor di lapangan. 

 "Panglima Elkius Kobak dan pasukannya mengatakan mereka bertanggungjawab atas pembunuhan Oktavianus Rebuara, anggota Polri di Yahukimo," ujar Sebby dalam keterangan resmi kepada Tribun-Papua.com, Rabu (17/4/2024).

Sebelum membunuh Oktavianus, lanjut Sebby, Elkianus Kobak memerintahkan pasukannya untuk melakukan pemantauan di daerah Yahukimo atas pergerakan aparat keamanan Indonesia yang selalu melakukan patroli malam.

Sebby menuding Oktavianus sedang dalam keadaan mabuk minuman keras (miras) sebelum tewas ditikam TPNPB.

"Sebelum dibunuh pasukan TPNPB telah meminta kepada korban untuk pulang ke rumah. Namun, korban mengatakan bahwa 'saya polisi ko mau apa'," kata Sebby.

"Atas tangkapan tersebut, pasukan TPNPB yang melakukan patroli langsung melakukan penikaman terhadap Oktavianus dan akhirnya korban meninggal dunia di tempat," pungkasnya.

2. Membunuh Pendulang Emas 

Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo menyebutkan KKB pimpinan Elkius Kobak dilaporkan melakukan penyerangan dan membunuh pendulang emas di sekitar Kali Silet, perbatasan Kabupaten Yahukimo dengan Kabupaten Asmat pada 6 April 2025.

"Ya benar ada informasi terkait pembunuhan terhadap para pendulang pada Minggu (6/4) lalu, namun belum dapat dipastikan berapa banyak yang menjadi korban karena untuk mencapai lokasi tersebut dari Dekai harus menggunakan helikopter," kata Dandim Yahukimo kepada ANTARA di Yakuhimo, Asmat, Rabu.

3. Tembaki Pesawat Sipil di Dekai

Elkius Kobak mengaku bertanggung jawab atas aksi penembakan terhadap pesawat sipil di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (4/8/2025).

Elkius Kobak, bersama jajaran komandan dan pasukan TPNPB di wilayah tersebut melalui siaran pers resmi yang diterbitkan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, menyebut penembakan dilakukan karena pesawat diduga membawa aparat militer Indonesia ke daerah konflik.

"Kami bertanggung jawab penuh atas aksi ini karena pesawat tersebut digunakan untuk pendropan militer Indonesia ke wilayah perang," kata Elkius Kobak dalam laporan yang dikutip dari juru bicara TPNPB, Sebby Sambom kepada tribun-papua.com, Selasa (5/8/2025).

4. Bunuh dan bakar rumah warga 

Pada Minggu, 21 September 2025, KKB pimpinan Elkius Kobak menyerang warga sipil di Distrik Kolf Braza.

Indra Guru Wardana tewas ditembak, rumahnya dibakar hingga rata dengan tanah.

Aksi dilakukan oleh enam orang bersenjata, salah satunya membawa senapan laras panjang dengan teleskop.

Pada malam hingga pagi, 21–22 September 2025, serangan berlanjut ke Distrik Seradala.

Lima penambang tewas di Kampung Bingki dan Camp Kali Kulum.

Korban diserang dengan senjata tajam dan senjata api.

Evakuasi terhambat cuaca buruk dan kontak tembak.

Pada Rabu, 24 September 2025, Kasatgas Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengonfirmasi tambahan tiga jenazah di Seradala. Namun, identitas korban belum dipastikan karena medan ekstrem dan arus sungai deras.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.