Banyak Spekulasi soal Pemadaman, DPRD Kalbar Minta Pemerintah Bertindak
Faiz Iqbal Maulid July 05, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah meminta PLN segera memberikan penjelasan secara terbuka terkait penyebab pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Menurutnya, pemadaman yang terjadi telah memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat karena alasan yang disampaikan dinilai belum memberikan kepastian.

Suriansyah mengatakan masyarakat mulai meragukan bahwa pemadaman semata-mata disebabkan oleh proses perbaikan pembangkit listrik.

Di sisi lain, beredar dugaan bahwa gangguan pasokan batu bara menjadi penyebab utama terganggunya layanan kelistrikan.

"Pemadaman listrik yang terjadi akhir-akhir ini telah menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Masyarakat ragu apakah benar pemadaman listrik ini terjadi akibat perbaikan pembangkit listrik yang ada. Spekulasi yang cukup nyaring terdengar karena tersendatnya pasokan batu bara ke PLN. Apalagi pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Kalimantan Barat, tetapi juga di Sumatera, Jawa, dan wilayah Kalimantan lainnya," ujar Suriansyah saat dikonfirmasi Sabtu 4 Juli 2026.

Ia menilai PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan harus segera menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya agar masyarakat memperoleh penjelasan yang akurat, sekaligus mengetahui langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

"PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan harus segera menjelaskan alasan yang sebenar-benarnya sehingga masyarakat mendapat informasi yang akurat sembari PLN mengatasi masalah ini dengan mendasar. Semoga masyarakat dapat memaklumi kondisi yang sebenarnya terjadi," katanya.

• Di Balik Ramainya Pengunjung Saat Listrik Padam, Cafe 3 Senyawa Rogoh Kocek Lebih

Suriansyah juga mengingatkan agar pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian secara menyeluruh. 

Menurutnya, berbagai spekulasi yang berkembang berpotensi memicu polemik mengenai tata kelola energi hingga kebijakan pemerintah.

"Kecurigaan masyarakat telah memanaskan tendensi politik mengenai carut marutnya kondisi PLN, tata kelola energi bahkan tata kelola negara. Pemerintah harus segera mengatasi masalah ini dengan sebenar-benarnya, apakah karena adanya kekeliruan kebijakan negara, kebijakan energi nasional, atau kebijakan PLN. Masyarakat berharap pemadaman ini tidak terus berlanjut dan tidak terjadi lagi di kemudian hari," tegasnya.

Di sisi lain, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih menjelaskan gangguan tersebut disebabkan oleh kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.

Akibat gangguan tersebut, kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.

Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.

"Langkah ini perlu dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pada salah satu pembangkit, sehingga pasokan daya ke sistem saat ini belum dapat beroperasi secara optimal," ujar Mukhlis dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Pontianak, Jumat 3 Juli 2026. 

Mukhlis menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.

Menurutnya, stok energi primer saat ini dalam kondisi aman.

• Pemadaman Listrik Ganggu Produksi Air Bersih di Pontianak

Gubernur Kalbar Beberkan Hasil Koordinasi dengan PLN

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengaku telah menyampaikan pesan ke PLN dan Pertamina imbas pemadaman massal ini.

Awalnya, kata Norsan, pemerintah menduga gangguan tersebut berkaitan dengan pasokan bahan bakar minyak.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, pemadaman disebabkan oleh kerusakan pada salah satu mesin pembangkit.

"Kami sudah menyampaikan kepada PLN dan juga Pertamina. Awalnya kami khawatir ada kaitannya dengan pasokan minyak, tetapi ternyata memang ada mesin yang rusak," kata Norsan di Hotel Harris pada Jumat 3 Juli 2026 malam.

Ia meminta PLN segera mempercepat proses perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal. 

Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya terlalu lama terdampak pemadaman yang telah berlangsung sekitar lima hingga enam jam.

"Saya minta tolong kepada pimpinan PLN agar secepat mungkin memperbaiki mesin yang rusak. Kasihan masyarakat karena sudah mengalami pemadaman selama lima sampai enam jam," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.